Hai Sobat Plukers pecinta sejarah. Kali ini izinkan saya membawa sobat jalan-jalan mengunjungi salah satu museum bersejarah di Indonesia. Sebuah komplek bangunan peninggalan Belanda yang terletak di Jalan Abdul Rahman Hakim, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Lembah Segar, Sawah Lunto- Sumatera Barat.

Museum yang diresmikan pada tanggal 17 Desember 2005 ini memiliki 150 koleksi alat masak dan 250 koleksi foto. Dulunya, Sawah Lunto dikenal sebagai salah satu kota penghasil Batu Bara terbesar di Indonesia.

Ditemukan oleh Willem Hendrik de Greve pada tahun 1867. Diprediksi ada 200 juta ton batu bara di sekitar aliran batang Ombilin. Nah, sejak saat itulah misi ekploitasi dimulai. Ribuan masyarakat pribumi dari berbagai pelosok nusantara dipekerjakan secara paksa sebagai pekerja tambang disini. 

Untuk memuluskan rencana ekploitasi besar-besaran ini, dibangunlah dapur umum sekaligus Rumah Sakit disana pada tahun 1918.

Dapur umum ini berfungsi untuk menyiapkan sarapan dan makanan untuk ribuan orang. Dari para menir, pekerja kontrak, orang rantai (pekerja paksa), orang kawalan (keluarga pekerja) dan pasien rumah sakit.



Tahu gak sih berapa banyak nasi yang dimasak di dapur umum ini setiap harinya? Para pekerja goedang ransoem memasak dalam skala sangat besar, sekitar 65 pikul nasi sehari. Setara dengan 3.900 kg alias 3 ton! Huwow banget, kan? Karena besarnya jumlah makanan yang harus dimasak setiap harinya, Belanda menyediakan alat masak ukuran raksasa. Di museum ini, kita akan diajak melihat langsung bentuk alat masak seperti kompor, periuk penanak nasi dan sayur juga kuali untuk mengolah lauk pauk. Semua berukuran super jumbo. Disini juga dipamerkan replika makanan para pekerja berupa nasi, telur, daging, ikan asin juga sayur sawi.
Untuk melengkapi pengetahuan, ada baiknya juga mengunjungi Lubang Mbah Suro. Sebuah lokasi penggalian batu bara yang letaknya tak jauh dari goedang ransoem. Kita akan dibawa memasuki lubang galian batu bara lengkap dengan pakaian safety para pekerja tambang.
Nah, mumpung liburan akhir tahun sebentar lagi datang, tak ada salahnya sobat plukers mengagendakan berkunjung ke museum ini. 
*Note: ma'afkan foto saya nangkring disini ya, sobat. Cuma ini kolpri yang tersimpan. Ma'af fotonya buram. Pakai kamera jadul di tahun 2013. Hehe..


Sumber foto: koleksi pribadi dan google

How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading