Plukers, apa yang ada dalam benak kita saat mendengar nama Mojokerto? Ada yang masih asing atau sudah akrab di telinga? Mungkin sebagian kita langsung teringat dengan Mojopahit atau dalam bahasa Indonesia disebut Kerajaan Majapahit. Ya, Mojokerto memang tidak bisa lepas dari sejarah kerajaan terbesar di nusantara.

Kali ini Diannita akan berbagi sedikit pengetahuan tentang tempat kelahiran. Sebagai penduduk asli Mojokerto harus mengetahui sejarahnya, kan? Walaupun kita bukan ahli sejarah tapi jangan menutup mata atau buta sejarah.

Sekarang Mojokerto dibagi menjadi dua wilayah pemerintahan, yaitu kota dan kabupaten. Berhubung Diannita lahir dan tinggal di wilayah kota atau kotamadya, maka sebatas itulah yang akan aku ceritakan. Daerah Kabupaten Mojokerto lebih luas. Sedangkan Kota Mojokerto sangat kecil dibandingkan kota-kota lainnya di Provinsi Jawa Timur.

Kota Mojokerto terletak 50 km barat daya Surabaya. Mojokerto merupakan kota penyangga utama ibukota Provinsi Jawa Timur. Wilayah kota berbatasan langsung dengan kabupaten. Sedangkan Kabupaten Mojokerto berbatasan dengan Kabupaten Jombang, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan Kota Wisata Batu di daerah pegunungan serta dataran tinggi.

Pusat Kota Mojokerto sendiri terletak di daerah dataran rendah tepatnya di tepi Sungai Brantas, termasuk juga alun-alun sangat dekat dari tepi sungai. Meskipun demikian, hanya sebagian kecil wilayah kota di bagian selatan sungai. Sedangkan sebelah utara Sungai Brantas adalah wilayah Kabupaten Mojokerto.

Di depan alun-alun terdapat Masjid Agung Al-Fattah, masjid tertua di Kota Mojokerto yang mulai dibangun tahun 1877. 

Kota Mojokerto dikenal sebagai Kota Onde-onde. Onde-onde merupakan makanan khas produksi Kota Mojokerto sejak puluhan tahun lalu yang berbahan baku ketan, kacang hijau dan wijen. Bentuk onde-onde bulat dengan isi kacang hijau. Sekarang tersedia berbagai macam rasa.

Sejarah Kota Mojokerto tidak terpisahkan dari kabupaten yang dulunya sama-sama dipercaya sebagai pusat pemerintahan bahkan ibukota Kerajaan Majapahit. Saat ini Kota Mojokerto memilki tiga kecamatan: Magersari, Prajurit Kulon, dan Kranggan.

Pembentukan Pemerintah Kota Mojokerto diawali melalui status sebagai staadsgemente, berdasarkan keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda Nomor 324 Tahun 1918 tanggal 20 Juni 1918. Jadi, usia Kota Mojokerto sudah 100 tahun atau 1 abad. Wah, semoga panjang umur yaa.

Tidak jauh dari Kota Mojokerto sekitar 10 km ke arah barat daya terdapat situs ibukota Kerajaan Majapahit yaitu Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Kawasan ini diduga kuat merupakan pusat ibukota Majapahit pada masa Hindu.

Kota Mojokerto merupakan jalur transportasi penting, baik darat maupun air yang menghubungkan pusat ibukota Majapahit dengan wilayah kekuasaannya di bagian timur dan utara.

Sungai Brantas yang melintasi Kota Mojokerto merupakan jalur utama transportasi air pada masa Majapahit, hal ini dibuktikan dengan adanya Pelabuhan Canggu sekitar 4 km di timur laut Kota Mojokerto. 
Sejarah Majapahit di Kota Mojokerto juga terekam dari adanya beberapa situs purbakala. Di Sungai Brantas wilayah Mojokerto terdapat Rolak Songo, yaitu bendungan 9 pintu yang berdiri sejak zaman penjajahan Belanda tahun 1857. 

Pada tahun 1945, Kota Mojokerto merupakan garis depan pertahanan Jawa Timur. Terdapat Markas Besar Divisi I di bawah pimpinan Panglima Divisi Sungkono. Pada saat itu pasukan kita dalam menghadapi pasukan kolonial, mundur sampai di Mojokerto.

Sebagai daerah basis perjuangan, Kota Mojokerto beserta segenap warga masyarakat telah menunjukkan semangat perjuangannya dalam menghadapi serangan kolonial yang akan mengembalikan pemerintahan penjajahan di bumi Indonesia. 

Oleh karena itu, untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan, setiap bulan November saat peringatan Hari Pahlawan diadakan Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya. Acara ini diikuti para generasi muda dengan penuh semangat setiap tahunnya. 



Demikianlah sejarah Kota Mojokerto yang dapat aku sampaikan. Untuk Plukers yang mau berkunjung ke Mojokerto, sangat boleh dong. Sampai jumpa dengan Diannita pada lain kesempatan.

Ingat pesan Ir. Soekarno yang pernah bersekolah di SDN Purwotengah Kota Mojokerto dan SMP Negeri 1 Kota Mojokerto:
JASMERAH. Jangan sekali-kali melupakan sejarah.


Salam, Riski Diannita.


Kota Mojokerto, 7 November 2018.

Gambar utama: Alun-alun Kota Mojokerto


Sumber referensi dan gambar: 
1. www.wikipedia.com
2. https://www.atmago.com/posts/sejarah-kota-mojokerto_post_id_ae182fac-5920-40c6-90bb-e108055e028a
3. https://newswantara.com/fokus/keberagam-potensi-yang-dimiliki-oleh-kota-mojokerto
4. http://www.eastjava.com/tourism/mojokerto/city-tour/ina/brantas_river.html
5. http://m.bangsaonline.com/berita/3324/seabad-berdiri-masjid-agung-al-fattah-mojokerto-baru-memiliki-nama
6. https://www.google.com/amp/surabaya.tribunnews.com/amp/2013/08/15/jejak-sang-plokamator-di-mojokerto-tenggelam
7. www.twitter.com

How do you react to this story?



235 Like 1K+ Views   4 Repost 

Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading