Media sosial di era milenial ini tak lagi melulu tempat berteman dan mencurahkan perasaan. Lebih dari itu, banyak orang yang melihat peluang di balik riuhnya dunia maya. 

Siapa lagi kalau bukan para pedagang online. Atau biasa disebut Olshop. Ada yang setiap detik menguplod foto barang dagangan mulai dari baju, makanan, tas dan lain sebagainya. Sampai-sampai timeline medsos penuh dengan postingan satu orang saja. Bagi kita yang tidak terlalu suka cuci mata (melihat barang dagangan) pasti hal ini menjadi sangat menganggu. Alih-alih tertarik mau beli tapi malah berujung kesal dan malas. Akhirnya kita memblokir orang tersebut. 

Ini masih mending. Ada lagi yang suka spam di time line kawannya. Mengirim banyak gambar dan menandai semua orang -kenal ataupun tidak. Bahkan orang yang ingin melihat profile kita jadi terganggu dengan postingan dagangan orang. Kita yang mungkin jarang membuka dan membuat status medsos fb misalnya, tiba-tiba dikagetkan dengan beranda yang penuh dengan "sampah" gambar yang cenderung sama dan berulang. 

Sebenarnya, tidak ada salahnya kita promosi barang di media sosial. Tapi, jika salah strategi malah bisa merugikan. Niatnya banyak pembeli, eh ujung-ujungnya di unfriend. Teman medsos semakin sedikit dan pembeli pun pergi terbirit-birit. 

Saya termasuk salah satu orang yang juga gemar promosi barang di media sosial. Tetapi dibanding promosi dengan gambar di semua media sosial, saya cenderung pemilih dalam melakukan promosi. Bukan karena sombong, tapi lebih karena "target pasar" saya tidak semuanya cocok dengan segala media sosial yang saya punya. Bahkan secara tidak langsung saya sudah mengkategorikan masing-masing media sosial untuk satu barang tertentu. 

Kenapa demikian?. Karena saya ingin promosi yang tepat sasaran. Mungkin dengan memposting barang dagangan di sembarang media sosial kita berharap lebih banyak calon konsumen yang tertarik tapi kita tidak menyadari kalau tidak semua orang membutuhkan barang yang kita jual. Bisa jadi mereka hanya akan merasa terganggu. 

Oleh karenanya, kenali dulu barang dan jasa yang akan kita jual sebelum berpromosi. Pilih sasaran yang sekiranya dengan sedikit promosi kita bisa mendapatkan banyak konsumen. 

Promosikan barang hanya kepada mereka yang memiliki kemungkinan besar untuk membeli sehingga kita tidak harus capek promosi tapi hasil nol. 

Selain itu, biasakan untuk menulis caption dan kata-kata promosi yang menarik perhatian. Tawarkan barang kita dengan slogan-slogan lucu yang enak dibaca dan didengar. Walaupun hanya penjual online dengan omset kecil, kita juga butuh belajar melihat iklan-iklan di Televisi dan media cetak lainnya. Brand-brand yang sukses membuat iklan promosi dengan slogan yang menarik dan mudah diingat pasti memiliki banyak konsumen. 

Jadi, jangan hanya menuliskan nama dan harga barang. Kita harus pandai merangkai kalimat yang sedap tapi tetap mengandung informasi yang dibutuhkan oleh calon konsumen. 

Saya biasa menggunakan pantun jenaka ataupun puisi singkat yang memiliki rima untuk promosi. Selain enak dibaca, promosi semacam ini bisa untuk menghibur calon konsumen. Yang awalnya sedang bete bisa tersenyum dan siapa tahu jadi terinspirasi membeli produk kita. 

Bagaimana, setuju?

Yuk, kita mulai promosi yang sehat dan tanpa spam.

Buah naga buah beri
Cukup dikit saja dan terimakasih

Sumber gambar : deviantart.com


How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading