Hai gaesss...Bagaimana kabarnya? Terutama kabar dompetnya.

Kalau saya sih alhamdulillah sehat jiwa, raga, dan dompet. Sehat jiwa karena saya rajin olahraga. Sehat raga karena saya selalu merasa bahagia dan mencoba mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah. Selain itu, keinginan-keinginan saya membeli barang dapat terwujud, itu membuat saya sangat...sangat merasa sehat jiwa. Sehat dompet karena alhamdulillah Allah memberi saya rezeki yang tiada habis. 

Kok bisa sih, keinginan membeli barang bisa terwujud, tapi dompet tetap sehat?

Bukan sombong ya, tapi memang begitu kenyataannya. Mau saya bisikin caranya agar barang yang diinginkan dapat terwujud tetapi tetap sehat dompet? Yuk kepoin 'Ilmu Gepitan Sewelas' (GErakan jimPITan uANg ke Sebelas)

Ciptaan siapa sih ilmu itu, kok baru dengar? Ya ciptaan SAYA laah. Penasaran? 
Cekidot...
Ilmu Gepitan Sewelas ini adalah hasil semedi saya selama berbulan-bulan, dimana saya menginginkan sesuatu tetapi harganya lumayan, dan ngenesnya, sangat membutuhkannya.

Ekonomi keluarga belum memungkinkan untuk mewujudkannya, jadi saya masih mengurungkan niat. Tapi, semakin hari sesuatu itu semakin saya butuhkan. Jadi, aku mencari cara untuk mewujudkannya tanpa mengurangi uang tabungan darurat dan roda ekonomi sehari-hari.

Kebetulan saya adalah seseorang yang memiliki penghasilan tetap dan tidak tetap. Saya tidak akan membahas penghasilan tetap, karena penghasilan itu sudah ada di tempatnya sendiri.

Nah, tinggal penghasilan tidak tetap saya yang bisa diputar dan diolah sedemikian rupa untuk kehidupan sehari-hari.

Sebelum mempraktekkannya, harap memperhatikan hal-hal berikut ini=

1. Tentukan apa tujuanmu untuk menyisihkan uang

2. Apakah sesuatu itu benar-benar penting sehingga kamu harus mewujudkannya?

3. Sudah siapkah kamu dan pasangan (bagi yang sudah menikah) untuk melaksanakannya? Karena ilmu ini membutuhkan komitmen agar sesuatu itu segera terwujud.

Siap....

satu

dua

tiga


Ilmu Gepitan Sewelas ini cocok banget untuk yang memiliki penghasilan tidak tetap, misalnya freelancer, pedagang (online maupun offline), penyedia jasa, atau profesi lain yang tidak menerima gaji bulanan. Eh tapi untuk yang berpenghasilan tetap pun bisa kok.

Inti dari ilmu ini adalah mengambil uang 1 lembar setiap kelipatan 10.

Kita kan sering ya mengumpulkan 10 lembar uang, lalu digepit menjadi 1.

Misalnya 10 lembar seratusan ribu, digepit, akhirnya menjadi 1 juta. 

Nah, kalau Ilmu Gepitan Sewelas ini, gepitannya menjadi 11 lembar, dimana 1 lembarnya diambil, dimasukkan ke dalam satu wadah yang sulit diinterupsi. Kalau saya memakai botol air mineral ukuran 1,5 liter. Biar apa? ya biar isinya banyak laah, hehe...


Lubangnya kan besar, bukankah mudah diambil? Iya sih, tapi saya sudah BERKOMITMEN, makanya utuh sampai sekarang. Dulu, saya malah menaruhnya di dompet khusus.


Uang itu SAMA SEKALI tidak boleh diambil untuk alasan APAPUN! Bahkan untuk keadaan darurat. Maka dari itu, uang tadi harus dibedakan dengan uang darurat.


Saya menghitung gepitan itu termasuk di dalamnya uang modal (karena saya berbisnis, kalau yang bekerja di bidang jasa, maka bisa memakai uang utuh yang diterimakan), alias UANG OMZET. Karena jika saya menghitungnya dari uang laba, maka bisa dipastikan sepuluh tahun kemudian baru penuh itu celengan.

Terus nanti ada yang tanya. Kalau modalnya habis gimana dong?


Ya nggak mungkin lah. Kita jualan kan ada modal, ada untung. Nah, si 1 lembar itu anggap saja mengambil uang untung.
Misalnya kita mau bikin gepitan seratusan ribu, uang modal 600ribu. Dalam gepitan itu ada 500 ribu untung kita, dimana 100 ribunya untuk menabung, 400 nya bebas mau kita apakan. 


Kalau belum mencapai 1,1 juta? Ya jangan digepit laah!


Uang yang digepit pun flexibel, bisa 10ribuan, 20ribuan, 50ribuan, sampai 100ribuan.  Kalau di bawah itu, janganlah ya. Sampai kapan nanti bisa terwujud? Kan tujuan kita sesuatu yang besar. Kalau bisa uang yang digepit dan dimasukkan celengan seragam ya, biar memudahkan hitungan dan enak dilihat mata, hihi...


Sudah paham sampai sini? kalau belum paham, baca lagi dari atas , nanti pasti paham.

Kapan kita bisa mengambil uang celengan?

1. Kalau dirasa celengan udah penuh dan tidak bisa dimasuki uang lagi

2. Kalau dirasa nominalnya bisa dipakai untuk mewujudkan sesuatu kita

3. Kalau ada pengumuman dari Bank Indonesia bahwa uang kita tidak berlaku lagi


Selain 3 hal di atas, SANGAT DILARANG mengambil celengan. UNTUK ALASAN APAPUN. 

Mungkin kalian bosan saya mengatakan ini, tapi percayalah, kalau komitmen kita kuat, maka keinginan kita akan segera tercapai.


Setelah kita mengambil celengan, kita bawa kemana uang itu?

1. Jika sudah mencukupi untuk mewujudkan keinginan, segera belanjakan ke sana. Jangan menoleh ke kiri atau ke kanan, karena bisa-bisa tujuanmu ikut belok (BUKAN PENGALAMAN PRIBADI ?)

2. Jika belum mencukupi, bisa dimasukkan ke tabungan tetap, misalnya deposito (jika mencukupi batas minimal bank terkait), atau tabungan yang tidak boleh diambil (ini membutuhkan komitmen juga), diambil jika sudah memenuhi nominalnya.


 Jika sudah berhasil mewujudkan keinginan kita dan alhamdulillah masih sisa, maka yang bisa kita lakukan adalah=

1. Pakai untuk bersenang-senang, menghadiahi diri sendiri karena sudah bisa berkomitmen.

Ingat prinsip YOLO (You Only Live Once)!

 Hidup hanya sekali

Hidup nggak usah terlalu serius, nggak usah terlalu pelit sama diri sendiri. Punya uang lebih dari hasil kerja keras kita? Gunakan untuk rekreasi yang agak elit.

2. Bikin gepitan sewelas yang baru.

Karena saya dan kalian adalah MANUSIA yang memiliki keinginan dan kebutuhan tanpa batas, maka membuat gepitan sewelas edisi kedua tidak ada salahnya, gaes!
Lama-lama, itu akan jadi pembiasaan kita.

Dan, tanpa kita sadari aset kita sudah bertambah. Siapa yang senang? ya kita lah!


Oke gaes , segini saja ya ulasan saya mengenai 'Ilmu Gepitan Sewelas'


Semoga bermanfaat dan dapat dipraktekkan!




Image source : www.google.com

How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading