Beberapa tahun terakhir ini saya sangat dekat dengan rumah sakit, bagaimana kondisi sampai hari ini juga adalah perjuangan melewati hari-hari dengan rasa "sakit" dan hari ini saya kembali lagi berkunjung ke poli mata, poli yang kesekian bagi saya setelah sebelumnya sudah familiar dengan poli umum, ahli dalam, bedah,saraf, kandungan dan tentunya UGD. Singkat cerita sebelum ke dokter saya melakukan googling atas keluhan yang saya rasakan, melihat hasilnya saya merinding sampai panikan saya kambuh, sebagaimana saya seorang penderita anxiety disorder. Saya berusaha menenangkan diri mencoba berpikir positif meminta semangat dari kawan-kawan. 

Dalam hati saya katakan ini hanya kemungkinan, saya hanya mencocok-cocokan keluhan dengan hasil browsingan. Periksalah saya ke faskes tingkat pertama, setelah melalui proses 2 kali rujukan sampai di rumah sakit tingkat provinsi, betapa tercengangnya saya setelah dilakukan   beberapa tahap pemeriksaan dan keterangan dari dokter, ternyata apa yang saya takutkan itu benar adanya.

 Keluar dari ruangan dokter saya lemas mendengar hasilnya, saya menangis berpikir kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Untung ada sahabat saya yang menemani dia mencoba menghibur dan menenangkan saya.  Betapa takutnya  bayangan tentang kehilangan kedua penglihatan menghantui, tapi alhamdulillah gangguan ini terdeteksi  sejak awal sehingga banyak kesempatan untuk mencegah. Saya diberi obat kemudian disuruh chek up seminggu lagi untuk melihat hasil terapi obat yang diberikan dan kini saya harus lebih banyak mengistirahatkan mata saya sebagai bagian dari proses penyembuhan. Hal ini menjadi tantangan di tengah aktifitas yang mengharuskan kita berhadapan dengan gadget.

Di perjalanan pulang di tengah kebisingan dan  asap kendaraan saya sempat merenung betapa nikmat Tuhan yang lupa saya syukuri disetiap hari dengan semua tekanan yang menjadi keluhan setiap hari. Saya merasa manusia yang paling menderita saya lupa bersyukur atas semua nikmat yang Allah telah berikan sampai saat ini.  

Astaghfirullah al adzim.

Satu saja nikmat yang Allah cabut nelangsalah kita. Lalu nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan.

Bagi saya ini adalah teguran, pengingat buat saya yang kufur nikmat ini. Mengutip Al-Quran surat Ibrahim ayat 7 Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".


Semoga  Allah mengampuni. Aamiin.

Tidak ada satupun hal berlalu kecuali tersimpan hikmah di dalamnya. Begitu pula apa yang saya alami.  Hari ini saya ingin memulai lebih bersyukur lagi disetiap detiknya atas setiap karunia Allah yang telah diberikan, saya meminta doa dan dukungan dari sahabat pluk me dan juga mari kita tetap saling mengingatkan dalam kebaikan.

Saya belum menyebutkan diagnosa dokter. Fokus pada penyembuhan lebih dulu. Jika diberi kesehatan dan kesempatan saya ingin memposting tentang sakit ini dan kiat-kiat agar kita terhindar dari penyakit ini. Mohon doanya para pluker yang baik hati.


Wassalam.

Kendari, 23 Oktober 2018


Sumber gambar : Pixabay

How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading