Nelayan dan petani adalah dua profesi yang sering saya temukan dalam kehidupan kami di kampung. Kebanyakan para orang tua di kampung kami bekerja sebagai petani atau nelayan dan bahkan kedua-duanya. Kakek-nenek dan ayah ibuku pun merupakan petani. Bahkan, ayahku, meskipun menjadi seorang pengajar ia tetap bertani dalam kesehariannya. Rata-rata petani di kampung kami adalah petani coklat, kelapa, pala dan cengkih. Namun sebagian besar para lelaki dewasa merangkap pekerjaannya, menjadi petani sekaligus nelayan. Ia menjadi nelayan pada malam hari untuk mencari ikan dan pada siang harinya ke kebun sebagai seorang petani. 

Ketika pulang kampung, saya seringkali melakukan dua profesi tersebut. Menjadi petani karena memang sudah tradisi keluarga kami yang hidup dari sana. Sedangkan menjadi nelayan, kadang saya hanya sekedar mancing ikan atau refreshing untuk menghilangkan kejenuhan.

Saya sangat bersyukur dan merasa beruntung karena selain bisa mengalami langsung bagaimana perjuangan para nelayan dan petani menjalani kehidupannya, saya pun menyerap sebuah pembelajaran yang hidup yang sangat penting.

Tapi apa pelajaran hidup yang bisa diambil dari pekerjaan para nelayan dan petani?

Tentu saja hal ini bukan tentang bagaimana cara memancing ikan yang baik maupun metode menanam yang efektif. Akan tetapi ini berhubungan dengan sikap hidup manusia yaitu keyakinan dan kesabaran.

Kita bisa belajar ilmu yakin dari kehidupan seorang nelayan dan memahami ilmu sabar pada keteguhan para petani.

Seorang nelayan yang berangkat ke laut untuk mencari ikan sesungguhnya bertaruh hidup dengan alam yakni lautan. Ia tidak pernah tahu akan mendapatkan hasil tangkapan yang banyak. Ia tidak bisa memastikan akan memperoleh ikan ketika berangkat nanti. Dalam hatinya hanya terbersit harapan yang dibaluti oleh keyakinan yang tebal bahwa dengan ikhtiar (memancing) ia akan mendapatkan ikan. Lautan yang begitu luas, dan kadang harus melawan arus dan angin, tidak seorang pun bisa memastikan ia akan pulang dengan ikan yang banyak. Bahkan di kedalaman lautan tersebut, tidak seorang pun tahu ada ikan atau tidak. Para nelayan biasanya hanya mengandalkan firasat, isyarat alam dan yang terpenting adalah yakin. Jika seorang nelayan tidak memiliki keyakinan yang besar maka ia tidak mungkin turun ke laut untuk memancing atau menangkap ikan.

Saya menganggap, nelayan memiliki ilmu yakin yang sangat tinggi. Tidak hanya saat ia berangkat keyakinan dalam dirinya itu sudah diteguhkan di hatinya tapi juga ketika ia mulai melemparkan umpan dan kailnya ke dalam laut. Maka tak ada salahnya jika saya mengatakan belajarlah ilmu yakin pada nelayan. Karena mereka tingkat yakin yang mereka miliki sudah di level tinggi.

Selanjutnya adalah ilmu sabar dari para petani. Mengapa saya bilang harus belajar pada petani tentang ilmu sabar. Tentu saja saya memiliki alasan. Jika belum pernah menjadi seorang petani cukuplah membayangkan saja bagaimana seorang petani bekerja. Setelah memastikan lahannya siap, maka ia mulai menanam. Sesudah menanam, tugas petani tidak langsung selesai sampai di situ. Ia harus merawat, memastikan tanaman yang ia tanam tumbuh dengan baik. Ia harus memberi pupuk, membersihkannya (mengalirkan air secukupnya jika menanam padi di sawah), menjaga tanaman agar tidak dirusak oleh hama dan segala kegiatan lainnya. Seluruh aktifitas tersebut sangat membutuhkan kesabaran. Jika seorang petani tidak ulet dan tidak sabar, maka ia bisa mengalami kegagalan. Tanamannya bisa mati atau tidak tumbuh. Hama akan merusak Tanamannya sehingga ia tidak mendapatkan apapun dari usaha yang telah ia lakukan. Kan kasihan, kita telah memulai start namun tidak melakukan perjuangan yang maksimal ketika dalam proses menuju tujuan/hasil.

Kita bisa melihat atau membayangkan sendiri seperti apa kesabaran seorang petani dalam melakukan pekerjaan. Dalam kehidupan yang kita jalani pun seharusnya kita mampu meneladani Kegigihan para petani, senantiasa sabar melakukan segala sesuatunya. Karena kita semua telah tahu buah dari kesabaran tersebut sangatlah manis. Lihatlah para petani, jika ia sabar bekerja dan merawat tanamannya dengan baik maka suatu ketika ia akan tersenyum ketika berhasil memanennya.

Demikian tulisan saya ini. Semoga saja bisa memberikan manfaat bagi yang membacanya sehingga kita bisa bersama-sama menerapkan ilmu yakin dari nelayan dan ilmu sabar dari para petani, ke dalam kehidupan kita.




Sumber Gambar : Pixabay.com/quangle.


How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading