Belum juga usai Lombok bangkit dan berbenah, kini lagi-lagi Palu dan Donggala menjadi rata dengan tanah. Memberikan kedukaan yang teramat besar bagi kita.

Dari berita di televisi, dari  video-video yang beredar, bisa kita lihat betapa hebat kekuatan gempa dan tsunami meluluh-lantakkan Palu dan Donggala dalam sekejap. Menyisakan puing-puing berserak.

Dibalik banyaknya kisah memilukan soal bencana ini, ada satu hal yang membuat saya sangat bergidik ngeri. Saat saya melihat video yang terekam kamera amatir, yang menunjukkan detik-detik ketika rumah-rumah ambles, ketika tanah dan bangunan diatasnya seolah bergerak. Allah, saya pun merinding menuliskan ini.

Masyarakat awam kebanyakan menyebutnya tanah bergerak. Menurut istilah geologi fenomena tersebut merupakan Likuifaski (Soil Liquefaction).

Likuifaksi atau pencairan tanah, adalah situasi ketika benda yang padat berubah menjadi cair.

Kondisi ini terjadi ketika tanah yang jenuh atau agak jenuh kehilangan kekuatan dan kekauan dikarenakan tegangan/getaran.

Getaran kuat gempa bumi yang secara mendadak terjadi, menyebabkan tanah yang padat berubah menjadi cairan atau air berat.

Tekanan air yang terserap dalam pori-pori mempunyai kekuatan cukup besar untuk membawa beban, selanjutnya tekanan tersebut dapat membuat partikel-partikel menjauh. Mungkin karena itulah jadi disebut tanah bergerak oleh kita.

Fenomena ini biasanya terjadi pada tanah berpasir yang jenuh dan longgar. Yang memiliki kepadatan rendah.

Tak hanya di Palu dan Donggala. Likuifaksi ini juga terjadi di beberapa kasus gempa bumi di berbagai tempat. Gempa bumi dengan skala yang kuat dapat berpotensi likuifaksi, tetapi keadaan permukaan bumi juga mempengaruhi. Topografi yang curam akan jauh lebih rawan terhadap likuifaksi, dibandingkan dengan topografi yang datar.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari peeistiwa ini. Bahwa apapun yang terjadi di dunia, adalah atas kuasa Ia Yang Maha Perkasa. Allah menyiapkan suatu kemaslahatan, dibalik setiap rencananya.

Semoga ke depannya nanti Negeri ini dapat berbenah lagi. Mempersiapkan dan mengatisipasi kemungkinan terjadi bencana alam.

Mari kita lihat bencana ini dengan cara pandang orang-orang beriman. Hadapi dengan kesabaran dan keikhlasan hati, sembari mengkoreksi diri kembali.

Luangkan waktu sejenak untuk kita mentadabburi lagi Surah An-Nissa Ayat 79,

"Nikmat apapun itu adalah berasal dari Allah, dan bencana apa saja yang datang adalah karena kesalahan dirimu sendiri".

Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang beriman yang akan diberikan pertolongan oleh Allah.

Bandar Lampung
031018


Sumber gambar : Pixabay.com

Sumber Referensi :

Wikipedia.org

bbc.com

How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading