Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Hi … sobat Plukers,


Wah senangnya, sudah akhir pekan lagi. Selamat berlibur bagi sobat Plukers yang sehari-harinya bekerja. Rasanya cepat seminggu sudah terlalui. Kata orang kalau kita merasa cepat dalam melalui hari-hari kita, artinya kita betah dan senang menjalani rutinitas hidup kita. Bagaimana dengan sobat Plukers?


Kalau bagi aku, iya benar. Apalagi sejak gabung Plukme, makin hari makin betah  dan senang aja. Dengan membaca berbagai artikel dan komentar di Plukme, aku serasa hanyut dalam gelombang kemajuan pengetahuan. Lebih menyenangkan lagi, karena Plukme memberikan kesempatan untuk menepuk dengan like dan membelai dengan komentar pada gelombang yang menggelitik ruh.  


Hari ini, aku tertarik pada artikel yang diunggah oleh pak Ajinatha. Judulnya … Artikel Gagal “Miskin” Apresiasi. Seperti biasa aku menepuk dengan like dan membelai dengan komentar, lalu menyauk untuk melakukan repost. Dengan maksud ingin membaca ulang, sambil memikirkan bagaimana dengan artikel yang biasa aku buat dan unggah di Plukme. Apakah juga merupakan artikel gagal?


Plukme sendiri tidak pernah memberikan definisi yang jelas, apa itu artikel gagal. Semua artikel diterima untuk tayang di Plukme. Sebaliknya Plukme memberikan label Favorite, bagi artikel yang sangat bagus yang bisa tayang di beranda Plukme. Sehingga tampil sebagai artikel yang yang menimbulkan gelombang indah, dengan hentakan halus dan warna kemilau tersorot cahaya dari label Favorite.


Aku hanya sanggup membuat dan mengunggah sebuah artikel yang menimbulkan gelombang indah. Artikel yang lain hanya membuat riak kecil. Tetapi tetap ada bonus dari Plukme. Terima kasih Plukme. Artikel dengan riak kecil tidak bisa berlama-lama berdiam di beranda Plukme. Apakah ini juga termasuk artikel gagal?


Aku harus melihat terlebih dahulu apakah yang dimaksud dengan gagal. Menurut KBBI Daring, gagal adalah tidak berhasil atau tidak tercapai. Kata tidak tercapai menunjukkan adanya suatu target tertentu yang ingin dicapai. Nah … sekarang apa yang menjadi target?


Lain lagi artikel Diannita Riski, yang berjudul Apakah Perbedaan Orang Sukses dan Orang Gagal. Seperti biasanya, aku tertarik menepuk dengan like, membelai dengan komentar dan menyauk sebagai repost. Riaknya membisikkan gagal adalah bagian dari proses menuju sukses. Aku bisa menghibur hati sendiri dengan memanfaatkan kesempatan memperbaiki, kalau memang yang aku unggah dianggap sebagai artikel gagal. 


Sobat Plukers …


Itulah yang menyebabkan aku tetap menulis artikel dan mengunggah di Plukme. Aku juga tak mau dihinggapi rasa takut terhadap kegagalan yang juga disebut atychiphobia. Dengan melakukan penulisan dan pengunggahan artikel aku akan mempunyai dua peluang, yaitu berhasil atau gagal. Sedangkan dengan terus menerus atychiphobia, merasa takut terhadap kegagalan,   aku hanya mendapat sebuah peluang,  yaitu gagal.


Begini cara aku menghalau atychiphobia


• Aku mendefinisikan terlebih dahulu, apa artikel gagal di Plukme? Menurut aku, artikel yang menyebabkan adanya gelombang pasang, yang menyebabkan tak ada yang berani menepuk dengan  like dan membelai dengan komentar. Apalagi menyauknya menjadi repost. Artikel yang benar-benar tidak bermanfaat buat siapa pun. Baik buat aku, atau pun buat sobat plukers dan pembaca lain. 


• Aku harus jujur terhadap diri sendiri, apakah target yang aku tentukan sendiri. Bila ingin memiliki artikel yang bisa membuat gelombang indah, aku harus lebih sering melakukan belajar sendiri. Caranya dengan membaca secara seksama artikel yang dibuat oleh sobat plukers, yang juga menghasilkan   gelombang indah. Seperti biasa menepuk dengan like dan membelai dengan komentar. Karena dengan begitu aku merasa bersahabat dengan beliau dan membuat aku lebih tenang, tidak nelangsa sendiri, terbenam riak kecil. 


• Selain itu aku sering membaca dan memperhatikan dengan seksama artikel yang menghasilkan riak kecil, tapi penuh dengan nasihat tatacara membuat artikel agar menghasilkan gelombang indah. Di sini  aku juga menepuk dengan like dan membelai dengan komentar, agar memperoleh rasa bersahabat dari beliau yang aku anggap sebagai guru. Bagiku guru adalah orang yang digugu ditiru.


• Aku tetap  menulis dan menulis terus, jangan sampai menjadi atychipoibia. Jangan sampai pula menjadi pecundang menuliskan artikel yang ngomel-ngomel di Plukme. Atau kabur dengan hati dendam.


• Aku selalu berpikir positif terhadap Plukme, sebab hanya Plukme yang merupakan tempat yang tetap nyaman untuk menanggulangi kegagalan. Plukme juga memberikan ruang  menyenangkan untuk melakukan perbaikan.


Bukankah dalam surat Alam Nasyroh ayat 5 -9, Allah Ta’ala berfirman...


Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Maka apabila telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah sungguh-sungguh urusan yang lain.

Dan hanya kepada Tuhanmu lah hendaknya kamu berharap


Begitulah aku. Bagaimana dengan sobat Plukers? Jangan takut terhadap kegagalan. Jangan pernah ragu melakukan perbaikan.


Bandung, 03/11/2018

rindist~



Sumber gambar : pixabay.com/Ijmaki


 



How do you react to this story?



195 Like 984 Views   5 Repost 

Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading