Bunda pasti sering mendengar tentang tumbuh kembang anak, pertumbuhan dan perkembangan memang tak pernah terlupakan setiap kali membahas tentang si kecil. Tapi tahukah Bunda apa maksudnya?

Cara mengoptimalkan sampai stimulasi sering dilakukan agar anak dapat tumbuh dewasa dengan baik. Namun meskipun begitu, jika kondisi anak mengalami sebuah gangguan maka tumbuh kembangnya juga tetap bisa terhambat. Karena itu bunda harus selalu memperhatikan dan mengawasi tumbuh kembang si kecil.

Definisi Tumbuh Kembang Pada Anak

Pada dasarnya kalimat ‘tumbuh kembang’ berasal dari dua kata yang masing-masing memiliki arti berbeda. Tumbuh berarti perubahan pada anak yang terlihat secara fisik, dapat diukur dan bersifat kuantitatif. Sedangkan kembang berarti pertambahan kemampuan kognitif dan aktivitas fisik anak.

Pertumbuhan anak dapat dilihat melalui perubahan ukuran tubuh anak yang semakin tinggi, berat badan naik, lingkar kepala, lingkar dada, tulang, massa otot serta organ tubuh anak yang lain juga mengalami perubahan. Pertumbuhan juga dapat dipantau dengan pengukuran tubuh anak menggunakan alat ukur tertentu.

Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan tidak dapat diukur menggunakan alat ukur. Perkembangannya dapat dipantau melalui kemampuan dan kegiatan yang anak lakukan setiap hari. Perkembangan ini meliputi bertambahnya kemampuan berbicara, meningkatnya motorik kasar seperti berjalan, berlari, atau olahraga dan juga motorik halus seperti menulis atau menggambar.

Tidak hanya itu, perkembangan juga meliputi bertambahnya kemampuan kognitif seperti membaca dan menghafal. Kemampuan emosional seperti mengontrol perasaan takut, malu atau tegang. Serta kemampuan spiritual meliputi etika, sopan santun dan norma. Ditambah juga dengan meningkatnya rasa percaya diri, kemandirian, keberanian dan kreativitas yang dimiliki anak.

Untuk mendukung tumbuh kembang anak dibutuhkan beberapa nutrisi anak terutama karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral yang cukup. Perkembangan juga membutuhkan stimulasi yaitu suatu kegiatan yang dilakukan untuk merangsang kemampuan dasar anak. Stimulasi akan membantu anak berkembang lebih optimal dan memiliki kemampuan yang terampil.

Jenis Gangguan Pada Tumbuh Kembang Anak

Setiap anak memang memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda. Namun beberapa masalah juga menyebabkan gangguan pada anak sehingga menghambat tumbuh kembangnya. Jika pertumbuhan dan perkembangan tidak normal, mungkin saja anak Bunda mengalami gangguan berikut ini :

Gangguan Terlambat Berjalan dan Berbicara

Biasanya anak yang sudah berusia 8 bulan lebih akan mulai belajar berjalan. Namun jika pada usia ini anak masih belum tertarik berjalan dan bahkan berlangsung hingga usia anak mencapai 18 bulan atau lebih maka kondisi ini sudah sangat menghawatirkan.

Begitu juga ketika anak lain yang seusia dengan anak Bunda sudah mulai berbicara tapi anak Bunda masih belum bicara mungkin saja ini tanda anak memiliki gangguan. Belum mampu berkomunikasi dengan berbicara atau komunikasi dengan cara lain.

Gangguan Perawakan Pendek

Tinggi badan anak juga bisa mengalami gangguan dimana ia tumbuh cenderung lebih pendek dibandingkan anak sebayanya yang lain. Kondisi ini bisa terjadi karena kekurangan gizi, genetik, kelainan kromosom atau masalah yang lain yang berakibat pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak.

Autisme

Kelainan ini menyebabkan anak kesulitan untuk berbicara, memahami situasi, tindakan emosional berlebihan bahkan gangguan secara kompleks. Kondisi ini bisa saja terjadi karena masalah sistem neurologis yang membuat anak sulit berkomunikasi dalam bentuk percakapan dan berinteraksi sosial.

Cerebral Palsy

Gangguan ini membuat anak mengalami perlambatan pertumbuhan, masalah sistem motorik seperti kurangnya koordinasi otot, melambatnya gerakan bahkan cacat fisik yang sudah terjadi sejak janin masih ada di dalam rahim. Cerebral palsy ini juga dapat terdeteksi saat pemeriksaan kehamilan.

Sindrom Down

Kondisi sindrom ini mengakibatkan rusaknya sel motorik tubuh, perkembangan tubuh dan cacatnya fisik anak. Kelainan ini juga sudah terjadi sejak janin berada dalam kandungan dan disebabkan karena sel kromosom 46 yang sering menggandakandiri namun tidak sempurna. Anak yang lahir dalam kondisi ini bisa lahir dengan beberapa penyakit bawaan.

Ciri-Ciri Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Anak yang mengalami gangguan dalam tumbuh kembangnya mempunyai beberapa ciri yang membuatnya tidak seperti anak yang lain. Gangguan yang dialami anak membuat ia terlihat tidak normal diusianya. Ciri-ciri gangguan ini antara lain adalah :

Fisik Anak Terlihat Lebih Kecil

Ciri ini bisa terlihat dengan jelas, apalagi pada perkembangan balita yang biasanya terjadi dengan pesat. Ukuran tubuh anak terlihat lebih kecil jika dibandingkan dengan anak yang usianya sama. Ini karena ada masalah pada pertumbuhannya sehingga anak memiliki berat badan, tinggi badan, atau kondisi fisik lain yang tidak sesuai dengan usianya.

Mengalami Masalah Pada Keterampilan fisik

Masalah keterampilan fisik ini seperti terlambatnya kemampuan untuk berjalan, duduk ataupun berdiri. Hal ini biasanya sudah terlihat sejak anak masih balita, semua masalah keterampilan ini akan membuat anak lambat dalam melakukan semua gerakan fisik anak.

Mengalami Masalah Mental dan Sosial

Masalah mental meliputi kemampuannya untuk mengatur emosi, anak yang mengalami gangguan mental terlihat lebih agresif dan berbeda dengan anak lain yang sehat. Kehidupan sosial juga akan terpengaruh karena hal ini seperti kecenderungan ia membutuhkan orang lain untuk melakukan apapun bahkan untuk merawat dirinya sendiri.

Memiliki Masalah Kesehatan

Jika anak sering sakit, mungkin saja ini tanda jika ada masalah kesehatan yang serius pada anak. Masalah ini tentu akan membuat pertumbuhan maupun perkembangan anak menjadi terhambat. Anak yang memiliki gangguan tumbuh kembang terhitung lebih sering mengalami masalah kesehatan daripada anak normal.

Peran orang tua sangat dibutuhkan baik untuk mengoptimalkan, antisipasi maupun mengatasi gangguan yang terjadi pada tumbuh kembang anak. Perhatian pada kegiatan dan gizi anak sejak dini sedianya mampu mengurangi kemungkinan buruk yang bisa terjadi pada tumbuh kembangnya.

How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading