Hai guys? Udah ada yang tahu Lenggoksono belum ? Ah, ituloh pantai di Malang Selatan yang hits banget karena kalo ke sana sekalian bisa ke Banyu Anjlok. Air terjun yang langsung jatuh ke laut. 

Yep, pantai Lenggoksono ini meskipun hits bisa dibilang lumayan sepi. Kenapa? Karena perjalanan menuju ke pantai lumayan ekstrim. Jalannya sempit dan naik turun secara curam. Jadi untuk menuju ke sana dibutuhlan persiapan yang benar-benar matang. Mulai dari supir yang berpengalaman hingga mobil macem fortuner yang kuat nanjak atau panther lawas cukuplah.

Jangan lupa juga bawa uang wkwkwkwk

 Ah itu mah jelas kalo duit.

Perjalanan dari Malang kota menuju Lenggoksono sekitar 2 jaman.

Untuk mencapai pantai ini dari Kota Malang kita bisa menempuh perjalanan dari Kecamatan Dampit menuju Kecamatan Tirtoyudo, lalu berbelok ke kanan di pertigaan Tangsi, Desa Tirtoyudo. Dari pertigaan ini posisi Pantai Lenggoksono masih sekitar 30 kilometer. Kondisi jalan dari Tangsi Tirtoyudo menuju Lenggoksono Purwodadi sangat mulus beraspal, hanya ruas jalan sangat sempit. Sepanjang 30 kilometer itu jalanan berkelok-kelok. Jalanan belokan tajam disertai menanjak dan menurun yang curam. Bahkan terdapat jurang curam di sisi kanan dan kiri jalan. Sekitar lima kilometer menjelang masuk Desa Purwodadi kondisi jalan mulai rusak, namun sejumlah jalan ada yang sudah dicor hingga ke bibir pantai. Sepanjang perjalanan kita bisa menyaksikan perkebunan cengkeh dengan pohonnya yang tinggi sampai 15 meter. Hal itu tidak mengherankan karena Desa Purwodadi merupakan sentra produsen cengkeh terbesar di Malang Raya.

Sampai di Lenggoksono, di sini hawanya adem ga panas kaya pantai kebanyakan

Sesampainya di lenggoksono kamu bisa milih main-main dulu atau langsung nyewa perahu menuju ke pantai-pantai yang ada di garis depan teluk. Pantai-pantai itu adalah Kletekan, Bolu-Bolu, dan banyu anjlok. Untuk snorkling kamu biasanya akan diajak ke pantai Kletekan. 

Yosh, harga naik kapal 60.000 IDR/Orang, ditambah sewa alat snorkling 20.000 IDR/Orang. Jadi totalnya 80.000 IDR/Orang

Nah, menggunakan kapal kamu akan langsung diajak menuju ke pantai Kletekan untuk snorkling. Area snorkling memiliki kedalaman 5-12 meter saja dan ada pembatas pagarnya berupa tali tambang.

Snorkling cuman diberi waktu satu jam saja. Jadi manfaatkan waktu snorklingmu dengan bijak ya guys.
Waktu paling bagus untuk snorkling adalah saat musim kemarau, jangan pernah sekali-kali kamu wisata di sini waktu musim hujan atau gelombang tinggi karena ga bakalan boleh snorkling. Selain gelombangnya yang berbahaya, pasir lautnya keangkat semua.

Setelah puas snorkling di pantai Kletekan, kamu akan langsung di ajak ke pantai Bolu-Bolu. Pantai ini merupakan bagian dari gugusan teluk dengan kondisi alam yang masih terjaga. Karena wisata di sini sepi, kamu bisa ngelakuin apa saja layaknya punya resort pribadi. Di pantai Bolu-Bolu kalo kita datangnya siang cuman dikasih waktu 2 jam. Tapi kalo kamu datangnya agak pagian, kamu bakalan dikasih waktu 4 jam buat having fun di sini.

Di pantai Bolu-Bolu kamu bisa melakukan foto mesrah ala prewed kaya mbak kuntilanak dan mas genderuwo.
Bahkan kebahagiaanmu bisa tersapu ombak kaya mas Jailangkung
Dan ketika kamu sudah cukup lelah karena kepanasan, kamu bisa langsung request menuju ke pantai Banyu Anjlok

Untuk menuju air terjun yang oleh para nelayan disebut dengan Banyu Anjlok itu, kita harus ekstra hati-hati ketika mengarungi teluk menuju Banyu Anjlok ini karena ombaknya yang cukup besar. Perjalanan ke Banyu Anjlok membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Keindahan air terjun Banyu Anjlok di Teluk Kletekan ini mungkin tidak ada duanya di Malang Raya. Air terjun Banyu Anjlok berasal dari sumber air yang berasal dari bukit, lalu mengaliri tebing batu karang setinggi tujuh meter. Air menggerojok tidak dalam satu titik, tetapi menyebar selebar batu karang sehingga terlihat begitu indah. Airnya jernih, bersih, dan sangat dingin. Kita bisa berenang atau mandi di air terjun ini.

Yosshhhh kamu bisa langsung take groufie kaya grup sebelah yang foto duluan. Volume air terjun cukup keras jadi hati-hati
Oh ya, aku lupa! Jangan lupa bawa baju ganti kalau kamu gak pingin bernasib sial kaya mas tuyul yang satu ini. Waktu balik dia ga pake kolor dan akhirnya kudhu beli baju baru di pinggir pantai utama (Lenggoksono).

Di atas air terjun sebenernya ada kolam alam yang sangat mirip dengan Infinity pool buatan ketje badai seperti di Bali. Tapi untuk naik ke atas sama kamu harus hati-hati karena cuman bermodalkan tangga dengan tali tampar serta akar tumbuhan. Jangan sampai terpleset atau jatuh karena ga ada pengamannya dan kalau jatuh dipastikan tewas seketika.

Di infinity pool alami ini kamu bisa berendam sepuasnya karena lebih hangat airnya. Apalagi buat nenangin punggung yang pegel-pegel habis kena gebuk air terjun
Buat yang ga suka basah basah lagi dan males ganti baju lagi. Kamu bisa berdiri di pinggiran kolam yang dangkal.
Setelah puas menikmati keindahan alam. Jangan lupa berdoa pada Sang Maha Kuasa. Tapi mas pocong itu jangan kamu tiru ya.... Hahahahaha. Spot itu emang keren buat foto tapi LUICIN BANGET, dan kalo gak hati-hati bisa kegelincir jatuh deh!

Ketika hari sudah sore. Biasanya bapak-bapak nelayan akan langsung nyuruh kita balik ke Lenggoksono. Dan kalo kamu balik kemalaman kamu males balik ke malang kota, kamu bisa nyewa tenda dan tidur di tenda. Di sana ga ada tempat penginapan kaya di seruling samudra pacitan. Sayang sekali. Tapi kalo kamu nekad balik malam, hati-hati ya... Karena sepanjang perjalanan balik ke Malang tengah, sepanjang sumber manjing dampit itu ga ada lampu dan sumber cahaya satu-satunya cuman lampu mobil kamu.

Sekian tentang Lenggoksono, liburan coba ke sana...dijamin betah hehehehe.


Casper di bawah pohon beringin 11/09/2018

Sumber gambar : Instagram

Sumber referensi : pribadi dan sebagian petunjuk buku pariwisata dengan perubahan seperlunya.

How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading