Somniloquy sepertinya pernah dialami oleh hampir semua orang selama hidupnya, baik anak-anak maupun orang dewasa karena hal ini memang dianggap wajar-wajar saja. Meski kerap dianggap tidak berbahaya, Somniloquy yang memiliki arti "ngelindur", "mengigau" atau berbicara saat tidur termasuk ke dalam golongan gangguan tidur (sleep disorder) yang tidak normal dan memiliki dampak bagi penderitanya.


Kata "Somniloquy" diketahui diambil dari bahasa Latin yaitu dari kata "somni"-, (tidur) dan kata "loquy/loqui" (berbicara). National Sleep Foundation Amerika Serikat menyebutkan bahwa Somniloquy atau mengigau sebagai kondisi seseorang yang berbicara saat tidur namun tidak disadari.


Saya sendiri termasuk orang yang cukup sering mengigau saat tidur berdasarkan perkataan dari Ibu saya yang melihatnya. Nah, lalu mengapa seseorang mengigau saat sedang tidur? 


Ternyata ada beberapa faktor yang mendasari manusia dapat mengalami somniloquy ini. Kali ini saya akan berbagi wawasan tentang ciri-ciri Somniloquy, sebab dan dampak Somniloquy, serta cara mengatasinya.


:: Ciri-ciri Somniloquy (Mengigau) Saat Tidur ::


Berdasarkan penelitian, Somniloquy adalah kondisi yang dilakukan oleh alam bawah sadar manusia. Saat seseorang mengigau ia bisa berbicara, berbisik, tertawa dan bahkan berteriak. Orang itu sebenarnya sedang berinteraksi dengan dirinya sendiri, dan seringkali mengigau ini terkait dengan orang yang sedang bermimpi dalam tidurnya.


Saat penderita Somniloquy mengigau, ia biasanya mengucapkan kata-kata yang tidak jelas dan tidak bermakna. Tetapi ini bisa terjadi beberapa kali atau juga dalam kalimat yang cukup panjang. Biasanya mengigau ini muncul pada saat tidur berada di tahap pertama atau kedua. 


Penderita Somniloquy umumnya tidak menyadari mereka sedang berbicara saat tidur. Hal ini pula yang terjadi pada saya. Saya sama sekali tidak sadar dan ingat jika dalam tidur saya mengigau, bahkan pernah mengigau sambil menggerakkan tangan atau kaki. Sehingga ketika Ibu saya memberi tahu bahwa saya suka mengigau, saya hanya merespon dengan heran.


Faktanya, meskipun somniloquy dapat terjadi pada siapapun, pakar kesehatan menyatakan bahwa anak-anak dan pria yang cenderung lebih sering untuk mengigau dibandingkan dengan wanita. Anak-anak bisa mengalami mengigau karena orang tuanya kemungkinan besar juga mengigau. Jadi mengigau atau somniloquy dapat terjadi karena faktor genetik.


Mengigau juga bisa terjadi dengan kondisi berikut ini, misalnya gigi yang menggeretak saat tidur, sindrom kaki gelisah, anggota badan yang bergerak, serta yang terparah ialah berjalan saat tidur (meskipun ini ada istilah khusus lainnya juga).


:: Penyebab dan Dampak Somniloquy ::


Somniloquy dapat terjadi karena faktor fisik dan psikologis. Inilah di antara beberapa penyebabnya:

1. Kekurangan gizi

2. Mengalami stres atau sampai ke tingkat depresi

3. Kurangnya tidur yang berkualitas

4. Demam

5. Mengantuk di siang hari

6. Faktor keturunan

7. Mimpi buruk

8. Mengkonsumsi alkohol

9. Gangguan jiwa atau mental

10. Penyalahgunaan zat (obat-obatan)


Jika dilihat dari nomor 1 sampai dengan 10, sepertinya penyebab saya bisa menderita Somniloquy adalah nomor 3, 5, 6 dan 7. Kadangkala nomor 2 juga bisa menjadi pemicu saya mengigau. Mengenai sebab nomor 2 yakni stres, bisa dikatakan ini menjadi penyebab terbanyak orang bisa mengalami Somniloquy. Stres sendiri terbagi menjadi dua yaitu eustress (stres yang menyenangkan) dan distress (stres yang tidak menyenangkan).


Alhamdulillah saya pribadi tidak pernah mengalami distress sampai ke tingkat depresi melainkan hanya stres yang biasa terjadi di keseharian. Stres memang sangat umum dialami oleh setiap orang, tinggal bagaimana seseorang itu bisa memenejnya.


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, faktor keturunan atau genetik memang terbukti dapat menjadi pemicu Somniloquy. Saya belum lama menyadari bahwa sebab saya suka mengingau mungkin karena Ayah saya juga mengigau. Sehingga hal itu turut menurun pada diri saya.


Secara umum Somniloquy memang tidak berbahaya, namun bisa juga menjadi gangguan tidur yang serius jika terlalu sering terjadi. Somniloquy bisa menurunkan kualitas tidur seseorang dengan signifikan sehingga yang mengalaminya akan terbangun dengan kondisi kurang nyaman.


:: Cara Mengatasi Somniloquy ::


Ternyata Somniloquy ini dapat diatasi dengan beberapa cara. Caranya antara lain dengan mengubah gaya hidup. Misalkan kita bisa memakan makanan yang cukup gizi dan memperbaiki pola makan agar lebih teratur. Jangan lupa juga untuk meminum air putih yanh cukup.


Lalu, menghindari makanan berat (nasi, daging dan sebagainya) menjelang tidur. Jika kita ingin tidur setelah makan, maka jangka waktu yang ideal menurut kesehatan adalah menunggu selama 2-3 jam. Tak kalah penting, kita perlu mengatur jadwal tidur yang teratur agar membuat otak bisa rileks dan benar-benar istirahat. 


Selain itu, beristirahat sejenak di siang hari juga diperlukan. Ini tidak harus dilakukan dengan tidur (deep sleep) melainkan bisa dengan menghentikan aktivitas sejenak untuk merilekskan tangan, kaki dan punggung dengan bersandar diiringi dengan memejamkan mata beberapa menit.


Jika kalian ada yang memiliki kebiasaan meminum alkohol sebaiknya hentikan sekarang juga. Selain memiliki dampak buruk bagi kesehatan —dan dalam kasus ini menyebabkan Somniloquy— beberapa ajaran agama juga melarang untuk mengkonsumsi alkohol. Jika kita nekat melanggarnya, tentu akan merasakan sendiri dampak buruknya cepat atau lambat.


Terakhir, jika kalian mengalami Somniloquy karena faktor keturunan, maka tidak ada cara untuk mengatasinya selain menerima pemberian dari Allah tersebut dengan legowo. :)


Sekiranya itu saja pembahasan dari Somniloquy yang telah saya rangkum dari beberapa referensi dan wawasan yang saya miliki, semoga bermanfaat. 


Jika ada di antara kalian yang juga mengalami Somniloquy dan punya cara sendiri untuk mengatasinya, feel free untuk share di kolom komentar ya! Terima kasih..


***


Diselesaikan oleh: Syindhi


referensi:

doktersehat.com | healthmeup.com

How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading