Disebuah persimpangan jalan di kota New York, Amerika Serikat tampak seorang laki- laki bernama Brian, berbaju compang- camping dengan memakai sendal jepit sedang berada disana untuk mencoba meminjam ponsel setiap pejalan kaki untuk menelpon rekannya bernama Michael untuk menjemputnya pulang. Namun sepertinya para pejalan kaki menghiraukan dan cenderung mengabaikan begitu saja, karena pejalan kaki akan berfikir bahwa ia seorang gembel, apalagi dengan keadaannya yang compang- camping.

Sudah lebih dari 30 menit Brian mencoba menyapa kepada setiap pejalan kaki untuk berkenan meminjamkan ponselnya sejenak karena ia hendak menelpon rekannya tersebut. Namun yang terjadi justru sebaliknya, penolakanpun banyak bermunculan kepada Brian, sampai ada yang mengatakan bahwa ia gembel, dan tidak pantas untuk memegang smartphone mahal, ada juga yang mengatakan karena sedang tergesa- gesa sehingga tidak bisa meminjamkan ponselnya.

Brian pun akhirnya memutuskan untuk duduk sejenak, disekelilingnya tampak banyak orang yang sedang sibuk bermain dengan smartphonenya, namun dari mereka tidak ada satupun yang bersedia meminjamkan smartphonenya kepada Brian, walaupun hanya untuk menelpon rekannya selama 5 menit untuk menjemputnya dipersimpangan jalan kota New York.

Setelah itu ia pun mencoba kembali untuk berusaha menyapa setiap pejalan kaki untuk bisa meminjamkan smartphonenya sejenak. Namun penolakan- demi penolakanpun terjadi. Ia hanya bisa mengelus dada sambil berkata dalam hati.

" Apakah mereka orang baik semua, apakah mereka melihat seseorang hanya pada tampilan luarnya saja".


Kurang lebih setelah 10 menit terus menyapa pejalan kaki yang melintas, akhirnya ada seorang pejalan kaki yang bersedia meminjamkan smartphonenya kepada Brian, ia adalah Steve. Akhirnya Steve memberikan ponselnya kepada Brian agar ia bisa menelpon rekannya tersebut.

Akhirnya percakapan antara Brian dan rekannya Michaelpun terjadi


" Michael, bisa kamu jemput saya disini, saya terjebak di persimpangan jalan, banyak orang mengusirku hanya karena penampilanku yang seperti gembel?" tanya Brian.

" Baik saya akan jemput kamu, tunggu 4 menit dan kemudian saya akan menjemputmu dipersimpangan kota". kata Michael sambil hendak menuju mobil Chevrolet yang hendak digunakan untuk menjemput Brian.

" Ok, saya tunggu dipersimpangan jalan, jangan lupa bawakan saya jaket, karena cuaca sangat dingin." kata Brian.

" Baik." kata Michael sambil bergegas ke persimpangan kota.


Teleponpun akhirnya dimatikan, sambil menunggu rekannya, Brian pun duduk dipersimpangan jalan sambil terus menunggu Michael. Tak berselang beberapa lama, akhirnya seseorangpun turun dari sebuah mobil daan posisinya persis dipersimpangan jalan, dan itu adalah rekannya, Michael. Akhirnya percakapan singkat terjadi.


" Michael apakah itu kamu?" tanya Brian.

" Iya bos, ini saya." kata Michael sambil membawa jaket dan menghampiri Brian.

" Ya tuhan, akhirnya kamu datang juga." balas Brian sambil mengenakan jaket.

" Ini kunci mobilnya bos." kata Michael sambil menyerahkan kunci mobil Chevrolet tersebut.


Akhirnya Brian dan Michael beranjak pergi dari persimpangan kota. Tak lupa Brian memberikan ponsel yang tadi ia pinjam dari Steve yang merupakan pejalan kaki. Pada saat itu terjadi percakapan singkat antara Brian dan Steve.


" Perkenalkan saya Brian, salah satu pemilik perusahaan otomotif di dekat pusat kota New York." kata Brian.

" Ohh iya, saya Steve, salam kenal." balas Steve.

" Terimakasih karena telah menolong saya dengan meminjamkan smartphone anda." kata Brian.

" Jadi kamu menyamar sebagai seorang gembel?" tanya Steve penasaran.

" Iya, sebenarnya saya hanya ingin mengetahui bagaimana reaksi para pejalan kaki ketika melihat orang yang menurut mereka berpenampilan tidak sesuai, dan saya ingin melihat mereka apakah peduli atau justru tidak." jawab Brian.


Sontak orang- orang yang tadi menolak dan enggan memberi pinjam smartphonenya hanya bisa melamun melihat ketidak percayaan yang sebenarnya bahwa sebenarnya orang yang mereka anggap gembel dan orang jalanan sebenarnya adalah pemilik perusahaan otomotif ternama di pusat kota New York.

Akhirnya merekapun bergegas pergi dari persimpangan jalan tersebut. Ketika hendak pergi, Brian menyuruh rekannya Michael untuk memberikan uang sebesar 200$ kepada Steve karena telah peduli dan menolongnya untuk meminjamkan smartphonenya. Akhirnya Michael turun sejenak dari mobil dan memberikan 200$ kepada Steve sebagai bentuk terimakasihnya.

Akhirnya merekapun bergegas pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Kesimpulannya adalah janganlah enggan untuk berbuat baik kepada siapapun, apa yang kita anggap tidak baik, belum tentu sepenuhnya tidak baik. Jangan hanya menilai penampilan orang dari luarnya saja, tanpa mengetahui kehidupan yang sebenarnya. Sekian dan semoga memotivasi. Selamat membaca.


Makassar, 10 September 2018


Naufal Asyiri Banuarli


Sumber Gambar Utama: Khazanah Al-Qur'an

How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading