Bahagia hati saya manakala kawan-kawan Plukers tergerak untuk berkumpul, duduk melingkar, belajar bersama di wilayah kota mereka masing-masing. 

Semangat 45 itu ditunjukkan oleh banyak kawan, di antaranya Mbak Anis dari Pujon, yang terus mengejar dan menyodorkan banyak pilihan waktu kapan saya melanjutkan sesi pelatihan menulis berikutnya.

Saya juga membaca mimpi Mbak Sundari Muezza, yang membayangkan Plukers Sumut berkumpul dalam lingkaran kebersamaan yang guyub dan mesra.

Mimpi memang indah saat dibayangkan. Justru karena itu, ia layak dan pantas diwujudkan. Hidup tidak pernah berlangsung secara tidak indah. Keindahan tidak pernah cedera kecuali oleh ketidaktulusan pelakunya.

Doa saya adalah semoga kita diperjalankan oleh Tuhan merangkai keindahan demi keindahan---melingkar duduk bersama dalam paseduluran yang tulus dan murni. 

Persaudaraan ini tidak ada kaitan dengan, misalnya popularitas, maestro, ahli, pakar, tokoh, panutan serta idiom-idiom takhayul yang kadang menyesatkan. Kalau saya berangkat ke Pujon dan bertemu kawan-kawan di sana, agenda utamanya murni untuk pertemuan itu---tidak ada "udang di balik batu."

Sikap tersebut tidak dalam rangka mbagusi siapapun, apalagi mengajari mereka yang hadir. Saya bukan orang baik-baik sehingga eman rasanya kalau tidak berbuat baik. Justru karena kebodohan dan kekurangan saya bertumpuk-tumpuk maka pilihan hidup saya adalah tidak menambahinya dengan tumpukan kesombongan.

Maka, usul dan saran yang akan saya sampaikan di bawah ini, terkait lingkaran Plukers di setiap kota, bukan datang dari seorang pakar atau maestro. Anggap saja ini urun rembug dari sesama saudara. 

1. Merintis lingkar persaudaraan sebagai wadah untuk belajar bersama. Mengapa melingkar? Karena kita saling memerlukan kesanggupan untuk tidak saling menghebatkan diri sendiri. Kehebatan tidak untuk dipertandingkan karena tidak ada manusia yang 100% hebat. Ia hebat di bidang tertentu tapi lemah di bidang yang lain. 

2. Belajar bareng dipersyarati oleh kesanggupan saling memuliakan, menjaga martabat dan harga diri kemanusiaan. Dengan kerendah hatian pintu-pintu ilmu akan dibuka oleh Tuhan.

3. Tema yang dipelajari tidak perlu melangit. Sederhana saja dan otentik sesuai kebutuhan bersama, misalnya tema seputar menulis, lalu menemukan cabang-cabang pembahasannya secara utuh. Beberapa teman merangkum jalannya diskusi, mencatat poin-poin yang ditemukan, lalu menayangkannya di Plukme. Kawan-kawan Plukers dari kota lain bisa membacanya. Kemanfaatan pun makin meluas.

4. Bentuk dan kemasan acara belajar bareng dimodifikasi sedemikian rupa agar manfaatnya juga dirasakan oleh masyarakat luas. Workshop penulisan menjadi pilihan menarik, apalagi komuitas lingkar Plukers berhasil menerbitkan buku hasil karya bersama. Gerakan literasi bukan jargon, tapi dilakoni secara sungguh-sungguh dan ajeg sesuai akar budaya daerah setempat.

5. Dan sejumlah kemungkinan lain yang tidak terbatas bentuk dan jumlahnya karena pengalaman manusia dan ilmu Tuhan tidak terbendung macam ragam kualitasnya. 

Pada konteks kegiatan itu kunjungan dan silaturahmi antar lingkar Plukers semakin menguatkan semangat berbagi. Daripada suntuk bertengkar lebih baik menyibukkan diri dengan memurnikan setiap kegiatan yang bermanfaat untuk sesama. 

Bagikan ceritamu dan jalin hubungan dengan penulis lain. Mengapa bagikan cerita bukan tulisan? Karena setiap manusia memiliki jalan cerita takdir hidupnya. Tuhan telah menentukan visi, misi dan tujuan penciptaan setiap makhluk bernama manusia. Ini tanggungjawab vertikal: hablun minallah. Hubungan manusia dengan Tuhan. 

Mengapa menjalin hubungan dengan penulis lain? Ini tanggung jawab sosial: hablun minannaas. Hubungan dengan sesama makhluk Tuhan. 

Setiap manusia, dengan demikian, memiliki titik pusat ordinat peran dan fungsinya: sumbu x dan sumbu y, vertikal dan horisontal, mukmin dan muslim. Seharusnya mereka bergerak dalam titik keseimbangan itu. Semoga. []

Jagalan 310818 

Image: plukme.com

How do you react to this story?



419 Like 1K+ Views   13 Repost 

Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading