SINOPSIS

“BUDAYA DAN POTENSI WISATA KABUPATEN NAGAN RAYA”

Nagan Raya merupakan kabupaten yang berada dibagian barat Aceh, berdiri pada tanggal 2 juli 2002 dan merupakan hasil pemekaran dari kabupaten Aceh Barat. Kota ini dikenal karena “batu giok” nya yang sempat booming dikisaran tahun 2014 lalu. Dan kota ini juga dijuluki dengan “Kota seribu ramune” yaitu kota dengan seribu akal, dimana berdasarkan filosofi masyakat nagan raya sendiri yang rakyatnya identik dengan kecerdasan dan fikiran dalam menjunjung tinggi adat istiadat disana. Tidak hanya itu Nagan Raya juga dikenal dengan adat istiadat nya yang agung, yang menjadikan masyarakat disana seakan memiliki kesadaran tersendiri untuk menjaga dan melestarikan nya sampai saat ini. Ada moto yang sangat menarik di Kabupaten Nagan Raya “Agama Tapekong Budaya Tajaga” yang dalam bahasa indonesia berarti Agama kita Perkuat dan Budaya kita jaga. Moto ini menggambarkan persatuan agama dan budaya disana sangatlah erat dan menjadi dua hal yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan masyarakat seperti halnya zat dan sifat.

Kota ini juga menyuguhkan berbagai destinasi wisata yang menarik yang tentunya tidak ditemukan di daerah lain, salah satunya yang paling terkenal adalah wisata religi seperti “Mesjid Giok” mesjid ini dijadikan sebagai wujud rasa syukur nya masyarakat Nagan Raya yang terkenal religius atas anugerah Allah SWT dengan dilimpahkan Nya sumber daya alam berupa batu mulia yang begitu banyak dipegunungan nagan. Hal ini menjadi daya tarik sendiri karena mesjid ini adalah satu satunya mesjid didunia yang berbahan dasar dasar ribuan batu Giok yang sifatnya membawa efek kesejukan. Selanjutnya ada tradisi “Kanduri Maulid” yang berarti syukuran atas kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW biasanya tradisi ini dimulai dari tanggal 12 Rabiul Awal tahun Hijriah, biasa dirayakan disetiap desa oleh penduduk setempat, lalu setelah semua desa merayakan, pemerintah daerah akan menggelar perayaan Kanduri Maulid Akbar yang dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat Nagan Raya. Dan ditradisi ini juga ada satu hal yang tidak dapat ditinggalkan yaitu “zikir maulid” dimana setiap masyarakat bersama sama menyebut dan memuji nama Allah sebagai wujud rasa syukur, ditambah lagi dengan gerakan dan syair yang khas membuat zikir maulid ini sangat menarik untuk diikuti. Zikir ini juga biasanya diperlombakan antar desa sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap para penzikir yang ada disetiap desa. Yang paling dinantikan di rangkaian kegiatan kanduri maulid ini adalah “Kindang Maulid” yaitu sebutan untuk sebuah tempat yang sangat khas yang hanya ada di Nagan raya, tempat ini digunakan untuk meletakkan seluruh makanan yang diracik dengan bumbu khas olahan masyarakat Nagan Raya yang pastinya sangat memanjakan lidah para jamaah yang datang. Kindang ini dilapisi dengan kain kasab Aceh yang khas berwarna kuning, karena warna kuning melambangkan warna kerajaan, dimana dulunya Nagan Raya dikenal dengan Kerajaan nya.

PAWAI BUDAYA

Dibarisan terdepan diisi oleh Duta Wisata Kabupaten Nagan Raya 2018, yang merupakan pasangan muda mudi pilihan yang terpilih melalui seleksi ketat menjadi ikon wisata kabupaten Nagan Raya.

Selanjutnya ada “Keujrun Blang” yaitu orang yang dalam adat istiadat dipercaya sebagai pemimpin yang menentukan musim bersawah yang baik, ini telah ada sejak zaman kesultanan Aceh dahulu. Keujrun Blang ini sangat penting dalam masyarakat karena mengingat mata pencaharian utama masyarakat Nagan adalah bertani.

Yang ketiga ada Silat Gelombang yaitu sebuah atraksi budaya seperti bela diri yang dilakukan oleh beberapa pemuda menggunakan gerak yang bersifat simbolis dan maknawi, menggambarkan masyarakat Nagan Raya yang Tangguh dan bersemangat. Atraksi ini di iringi oleh alat musik tradisional Serune Kale.

Selanjutnya ada Rapa’i yaitu instrumen tradisional yang selalu ada di hampir setiap pertunjukan seni di Nagan Raya, yang khas dari rapa’i ini khusus nya di Nagan yaitu permainan rapa’i yang dikombinasikan dengan gerakan saman yang biasa disebut rapa’i saman, dan juga ada jenis rapa’i lain nya seperti rapai tuha, rapai geleng dan rapai 40.

Seudati yaitu tarian yang khas dengan gerakan lincah dan cukup dinamis dengan penuh semangat, namun sebenarnya gerakan ini memperlihatkan kegagahan dan keperkasaan penarinya yang ditarikan oleh laki laki. Tepukan tangan ke dada dan perut menunjukan kesoombongan dan melambangkan kesatria.

Pawang La’et (penakluk laut) yaitu orang yang dipercaya sebagai pemimpin segala aktivitas dilaut, mereka dipercaya bisa memprediksi cuaca, gelombang dan keamanan diseputar laut Nagan.

Ketua Mukim yaitu orang yang dipilih untuk memimpin sebuah permukiman yang biasa nya terdiri dari beberapa desa yang ada di Nagan.

Tuha Peut yaitu orang yang di tuakan disebuah desa, biasanya tuha peut ini berwenang untuk menasehati aparat desa, dijadikan sebagai orang tua disebuah desa.

Unsur Pemuda yaitu pemuda pemudi yang dipilih dan berperan untuk memimpin para pemuda pemudi yang ada di sebuah desa

Putroe Bungong adalah sebuah ikon keindahan dari perempuan Aceh yang ada di Nagan Raya dengan menggunakan bunga.

Putroe Ranub adalah sebuah ikon dengan ranub yang merupakan sosok perempuan Aceh, yang identik menggunakan daun sirih untuk dijadikan suguhan untuk para tamu.

How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading