Saya lagi mencicipi kopi Diet-nya Tora Bika. Bukannya mau promosi, memang lagi nyoba aja. Di kotaknya, disebutkan kopi 3in1 ini mengandung kopi, krimer dan pemanis buatan aspartam (NutraSweet). Setelah saya coba, ternyata rasanya enak, Plukz. Manisnya nggak ada masalah. Malah lebih enak, pas, nggak kemanisan seperti kopi instan pada umumnya.

Tapi saya masih ragu, apakah gula ini sehat?

Setelah googling sedikit, saya ketemu artikel yang menyebutkan bahwa aspartam itu memilki rasa manis 200 kali lebih kuat dibandingkan gula biasa. Sudah begitu, pemanis ini tidak mengandung karbohidrat sehingga sangat rendah kalori.

Pemanis ini ternyata sudah lama digunakan dalam minuman ringan seperti soda. Semua orang boleh mengonsumsi pemanis aspartam kecuali orang yang menderita penyakit langka yang disebut fenilketonuria. Tubuh penderita penyakit ini tidak mampu mencerna asam amino fenilalanin dalam aspartam. Selain aspartam, asam amino ini juga terkandung dalam daging, ikan, telur, susu dan kacang-kacangan.

Ada banyak mitos seputar aspartam. Diantaranya: menyebabkan kerusakaan otak, kanker, kejang-kejang, depresi, sakit kepala, ADHD (gangguan hiperaktivitas dan kekurangan daya perhatian), naik berat adan, kecacatan janin, lupus, tidak boleh dikonsumsi pengidap diabetes, dan lain sebagainya. Padahal semua itu hanya mitos. Namun terkadang, rasa manis aspartam memengaruhi kebiasaan orang untuk makan dan minum yang manis-manis terus. Inilah yang menyebabkan naiknya berat badan seseorang.Tapi bukan karena disebabkan aspartam. Anjuran sehat konsumsi pemanis aspartam adalah 50 mg per kilogram berat badan dalam satu hari.

Kontroversi seputar pemanis buatan terus berlanjut hingga sekarang. Di satu sisi, pemanis buatan seperti aspartam membantu penderita diabetes dan orang yang ingin menurunkan berat badan. Tapi tetap saja harus memerhatikan apa yang dimakan setiap hari diluar pemanis. Berkonsultasi pada dokter lebih baik lagi sebelum menggunakan, daripada termakan hasutan artikel-artikel yang saling berlawanan.

Aspartam adalah salah satu sumber methanol bebas yang paling besar karena digunakan dalam banyak makanan dan minuman sehari-hari. Jika dikonsumsi berlebihan, methanol bisa berubah menjadi formalin yang dapat menyebabkan kanker serta racun saraf. Namun, Agen Standar Makanan di Kerajaan Inggris menyatakan bahkan anak-anak kecil yang mengonsumsi aspartam tinggi dalam camilan dan minuman soda mereka, tidak mencapai kadar maksimal methanol yang harus dihindari. Bahkan buah dan sayuran juga membuat methanol secara alami, terutama jika disajikan dengan cara dijus, dipotong, dan sebagainya. Karena itulah lebih dianjurkan makan buah dan sayuran dalam keadaan segar dan utuh.

Aspartam sudah mendapatkan ijin dari berbagai badan kesehatan termasuk BPOM, FDA, Organisasi Pertanian dan Makanan PBB, WHO, Asosiasi Jantung Amerika, serta Asosiasi Diet Amerika. Jadi kamu tidak perlu cemas.

Kalau kamu ragu dan ingin menggunakan pemanis yang lebih sehat, kamu bisa menggunakan alternatif-alternatif lain. Contohnya madu, jus buah, nektar dari tanaman agave, sirup maple, molasses (sari tebu rendah gula yang kaya akan vitamin dan mineral), atau gula (dari daun) stevia.

Sirup Yakon juga populer digunakan sebagai suplemen untuk menurunkan berat badan. Tanaman ini dipanen dari pegunungan Andes di Amerika Selatan. Di toko daring kamu mungkin akan menemukannya dalam bentuk kapsul suplemen. Tinggi serat, sirup atau suplemen Yakon sebaiknya tidak dikonsumsi belebihan, karena bisa bikin perut kamu bermasalah. Ingin pengganti gula yang juga baik untuk gigi? Kamu bisa coba Xylitol. Mungkin tidak asing mendengar namanya. Xylitol menandung 2.4 kalori dalam satu gram, 1/3 lebih sedikit dari gula biasa. Baik untuk mengurangi resiko gigi berlubang dan gigi keropos, serta mencegah osteoporosis. Pemanis rendah kalori lainnya bernama Erythiritol. Manfaat kesehatannya tidak banyak, namun alkohol gula ini mengandung 0.24 kalori saja dalam satu gramnya. Sekali lagi, pemanis ini aman asal tidak dikonsumsi berlebihan jika tak mau sakit perut.

Intinya, apapun pemanis yang kamu gunakan, tetaplah gunakan dalam jumlah yang terbatas. Selamat ngopi.[]

Gambar: koleksi pribadi

Sesumber:

lexology.com

hellosehat.com

healthline.com (1)

healthline.com (2)

How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading