Aku tidak tahu harus dari mana memulainya karena antara perasaan sedih, terenyuh, tak menyangka bercampur baur menjadi satu di dalam hati ku. Semua ini berawal dari percakapanku dengan ibu beberapa hari yang lalu sebelum berangkat ke lembaga. Saat itu aku sedang menyaksikan salah satu acara infotainment bersama beliau. Secara kebetulan dalam acara itu aku melihat nenek dan kakek menghabiskan masa tuanya di panti JOMPO dengan penuh senyuman.

Kemudian ibuku mengatakan sesuatu saat aku sedang fokus-fokusnya melihat Infotainmen tersebut. "Kok tega ya anak-anaknya kayak gitu sama orang tuanya. Padahal dia bisa ada di dunia ini karena orang tuanya, dia bisa sukses dan punya pekerjaan sendiri karena orang tuanya. Hanya karena orang tuanya sekarang sudah tua dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti dulu di taruh di panti Jompo. Padahal anaknya itu sudah sukses" itulah yang di katakan oleh ibuku. Tak lama kemudian aku menimpali.

"Jadi biaya makan sama perawatanya yang bayar anaknya mah?"

"Iya yang bayarin tuh anaknya buat biaya makan sama perawatan. Anak kandungnya gak mau ngurusin, padahal selama orang tua hidup itu doanya yang selalu kita minta. Coba kalau dah mati sudah gak ada yang doain"

Setelah mendengar penjelasan ibu, kini aku mulai mengetahui suatu hal bahwa selama orang tua masih ada sudah kewajiban kita sebagai seorang anak untuk merawatnya. Bukan habis manis lalu sepah di buang. Seorang anak tidak akan pernah bisa membayar seluruh kasih sayang yang telah mereka berikan, karena nunggu suksesnya saja harus berapa tahun?. SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun belum lagi kuliah terus ngelamar kerja.

Selama kita belum punya apa-apa pasti masih ikut orang tua seperti makan dan tidur. Namun setelah kita sukses banyak orang yang mulai melupakan orang tuanya atau orang tuanya baru meninggal saat dia sudah sukses. Apakah kalian tidak merasa sedih dan menyesal jika saat itu terjadi dalam hidup kalian?.

Tak ada lagi orang yang mau mendoakan kita sepanjang waktu terutama doa dari ibu. Padahal ridho yang maha kuasa itu ridho orang tua kita juga. Mereka patut kita hargai, kita sayangi apapun yang terjadi sekalipun dia sudah tua. Bukan menyisihkanya dengan alasan sibuk dan tidak bisa mengurusinya sepanjang waktu. Tak ada manusia yang tidak akan tua, bayi yang baru lahir saja suatu saat bisa menjadi tua.

Sebagai seorang anak itu sudah kewajiban kita menjaga danenafkahinya sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil. Justru yang maha kuasa akan meridhoi kalian yang mau merawat orang tua kalian sampai tua. Bukan mengasingkanya seperti itu. Coba kalau mereka tidak pikun dan ingatanya masih normal pada umumnya, pasti hatinya akan merasakan sakit.

Siapa sih yang mau di asingkan seperti itu apalagi sama anak kandungnya sendiri?. Pasti tidak ada yang mau termasuk anak itu sendiri. Kadang saat aku bertengkar dengan ibuku hanya karena masalah sepele aku berusaha untuk segera minta maaf kepadanya. Karena aku takut yang maha kuasa murka dengan apa yang telah ku perbuat.

Orang tua mungkin bisa memaafkan kita dengan tulus, tapi apakah yang maha kuasa bisa memaafkan kita seperti orang tua kita memaafkan kita?. Maka dari itu hormatilah mereka selama masih hidup.

Suatu saat kita akan menjadi orang tua memiliki anak dan menjadi tua layaknya orang tua kita. Kalau kita di gituim sama anak sendiri kira-kira mau tidak?. Tidak mau kan?. Itulah yang akan terjadi kalau yangaha kuasa murka.

Aku kasihan sekali melihat kakek dan nenek yang tinggal di panti jompo tersebut. Mereka tetap tersenyum menjalani kehidupanya sampai ajal menjeput. Yah, namanya orang tua mau gak mau selalu hidup terasingkan. Kalau udah tua gak punya kekuatan untuk begerak lebih melawan kehendak yang muda. Bukankah hal ini menyakitkan?. Seharusnya mereka bisa menghabiskan sisa hidupnya bersama keluarga dan cucunya di rumah. Bukan di tempat yang di anggap asing seperti ini.

Diluar sana pasti hal ini kerap di lakukan oleh mereka yang memiliki ekonomi di atas rata-rata. Karena sibuk dengan pekerjaan tak ada waktu untuk ngurusin orang tua. Namun akan jauh lebih baik apabila kita yang merawatnya sendiri. Hal ini bisa aku lihat dari beberapa temanku. Dia rela meninggalkan Tryout demi mengurusi orang tuanya yang sedang sakit, bahkan ujianya tinggal sedikit lagi.

Sebagai anak yang berbakti dia rela meninggalkan Tryout tersebut selama beberapa hari demi mengurusi orang tuanya yang sedang sakit. Dia sendiri juga paham bahwa UJIAN ini juga amat sangat penting demi masa depanya, tapi dia lebih mementingkan orang tuanya dari pada memikirkan persiapan UJIAN EPS. Hal ini tidak bisa di salahkan karena ada sangkut pautnya dengan orang tua.

Jadi intinya sob selama orang tua kalian masih ada jangan sia-siakan seperti ini apalagi mengasingkanya di tempat seperti panti jompo. Bukan hanya cintanya saja yang kita harapkan, tapi doanya itu loh. Jangan sampai kita di buat nyesel setelah orang tua kita gak ada. Ingatlah bagaimana pengorbananya kepada kita sewaktu kita kecil.

Jangan cuma ambil manisnya setelah sukses sepah di buang. Aku tidak menyalahkan mereka, tapi terenyuh saja. Apalagi beberapa diantaranya masih sehat masih bisa berjalan di asingkan begitu saja. Entahlah mungkin pendapat setiap orang berbeda, tapi kalau pendapatku sendiri seperti itu. Karena yang namanya orang tua itu sudah menjadi kewajiban kita merawatnya hingga dia tua.

Gambar: pixabay.com/en/photos/rumah%20jompo/

How do you react to this story?



364 Like 540 Views   3 Repost 

Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading