Tulis ceritamu lalu bagikan ke teman-teman, menginspirasilah untuk kehidupan cucu-cucu kita yang lebih baik di masa yang akan datang.

Di era digital seperti sekarang ini kita seolah-seolah di push untuk membagikan hal-hal yang menurut kita layak untuk dibagi. Ada yang benar-benar bermanfaat dan tidak sedikit juga hanya untuk meyakinkan kita bahwa masih bisa membaca dengan lancar.

Melihat tulisan-tulisan yang sarat dengan makna membuat aku bertanya-tanya apakah tulisan-tulisan seperti ini bisa dikonversi menjadi obrolan yang menarik ketika sedang berinteraksi dengan sesama manusia.

Atau setidaknya apakah kita memang seasyik dengan apa yang kita tuliskan. Walaupun agak sedikit naif dengan mengesampingkan kekuatan dari tulisan sebagai media yang mampu merubah dunia,tapi hal ini aku rasa juga punya andil untuk membuat kita “menjauh”. (Tolong beritahu saya jika komunikasi verbal dan tulisan itu mempunyai peran masing-masing agar saya lebih mengerti).

Mungkin juga ini hanya proses bertele-tele untuk menyampaikan kegelisahan yang kurasakan. 

Kita berinteraksi dengan sesama manusia, kebanyakan menyadur berita menjadi sebuah cerita. Bercerita tentang berita Tik tok yang diblokir kemudian berlanjut menjadi cerita ghibah yang mengasyikkan tentang si Bowo. Setelah itu balik ke rumah berkontemplasi  lalu membuat tulisan Ada Apa Dengan Kids Jaman Now. Dibagikan lalu dibaca, kemudian menjadi sebuah bahan cerita. Banyak yang merasa miris dan selebihnya tertawa dengan sinis. Loh kok sampai sini malah jadi benar ya, Kan memang seperti itu adanya, kita menulis berdasarkan kepekaan kita tentang masalah sosial, kepekaan kita tentang apa yang dirasakan oleh emosi, Lalu menuliskannya menjadi suatu bahan pertimbangan dan refleksi diri.

Yaelah harus diulang dong tulisannya..huft


Mungkin aku cuma lelah karena habis dicuekin oleh gadis yang duduk sendiri di sebuah cafe. Jadi sedikit cerita, Dia sangat cantik dengan kaca mata yang tidak melorot karena hidungnya mancung, itu yang membuat saya memberanikan diri karena aku tahu dia pasti enak untuk diajak cerita (walaupun aku tidak tahu dimana hubungannya).

Jadi singkat cerita, aku langsung duduk di kursi sampingnya..tanpa melihat kearahnya aku langsung bercerita,

Mbak tahu tidak kalau sebenarnya kapal Titanic itu dibuat bukan untuk menabrak gunung es, dan nahkodanya itu sebenarnya perempuan? 

Oh...” kudengar suaranya yang lembut lalu diikuti dengan suara kursi bergeser. Aku dicuekin dan jengkel.

Lalu aku balik ke tempat nongkrong membahas cerita kosong lagi dengan teman-teman yang sangat ceria. 

Jadi bagaimana nasib Bowo?” Sambut salah satu temanku


Akh cheers aja deh!


(UvL)


Image Source : Canva app template









How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading