Sudah tak bisa dipungkiri lagi bahwa era masa kini adalah era modern, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas serba canggih. Segala sesuatunya terlihat mudah, dengan hal-hal serba instan yang tersedia. Jika kita berpikir jauh ke belakang, mungkin apa yang ada sekarang jauh lebih komplit. Khususnya saat kita membandingkan dengan hal-hal yang terdapat di era 80an atau 90an.

Tapi, kita perlu tahu bahwa, kondisi yang serba modern saat ini, segala fasilitas yang tersedia dengan lengkap, -bisa jadi- merupakan buah dari hasil kreatifitas anak-anak 80an dan 90an. Kreatifitas mereka dari kecil, kemungkinan besar melatih perkembangan mereka untuk menciptakan kreatifitas-kreatifitas yang membuat orang berdecak kagum.

Untuk mengingat-ingat kembali, mari kita rangkum beberapa kreatifitas anak-anak di tahun 80 dan 90an.


1. Pelepah Pisang

Salah satu mainan dari pelepah pisang (Gambar: Google)

Anak-anak generasi 80 dan 90an bisa memanfaatkan pelepah pisang, untuk dijadikan mainan. Mereka bisa menciptakan kuda-kudaan, pedang-pedangan, senjata mainan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Jika saat ini sudah banyak game-game yang lebih instan dan gampang ditemui, tapi tetap saja keseruannya tak seperti anak-anak 80 dan 90an memainkan mainan dari pelepah pisang.


2. Bola dari Gulungan Kertas dan Plastik

Bolanya dari apa saja, dan mainnya pun di mana saja (Gambar: Google)

Selanjutnya adalah bola mainan. Sekarang, menemukan bola bukan lagi hal yang sulit. Bola bisa ditemukan di mana saja dengan harga yang juga terjangkau oleh siapa saja. Tapi, walaupun jumlahnya banyak, kita sangat jarang menemukan anak-anak yang bermain bola di halaman-halaman. Mungkin banyak yang bermain di lapangan-lapangan futsal yang lebih bagus, tapi itu hanya untuk kalangan-kalangan tertentu dan tidak merakyat.

Untuk anak-anak generasi 80 dan 90an, mungkin bolanya tak sekeren sekarang. Tapi, kita bisa menjumpai di setiap halaman-halaman terbuka, anak-anak ramai bermain bola.

Bola yang mereka mainkan adalah bola yang digulung dari kertas atau plastik yang dibentuk menjadi bulat. Jika tidak menemukan itu, bola jeruk bali pun yang masih mudah lalu dibakar pun jadi. Apapun yang berbentuk bulat dan bisa ditendang, akan dijadikan bola untuk bermain.

Fasilitas mungkin sederhana, tapi keseruan sangat luar biasa. Sampai-sampai main bolanya berkali-kali dikali 45 menit. Dan yang menjadi tanda akhir pertandingannya biasanya azan magrib.


3. Meriam Bambu

Keseruannya seolah berperang beneran, tapi tak melukai. (Gambar: Google)

Mungkin di game-game masa kini yang banyak terdapat android, kita dengan mudahnya menemukan beragam senjata yang bisa dimainkan. Tapi, tetap saja keseruannya tak seperti ketika terlibat langsung dengan orang yang benar-benar hidup.

Dulu, anak-anak generasi 80 dan 90an membuat meriam sendiri dari bambu. Terdapat percikan apa tapi tidak berbahaya saat dimainkan. Mungkin akan lebih berbahaya game online yang dimainkan terus-menerus, siang dan malam.

Peluru yang dipakai untuk meriam bambu ini juga tak berbahaya. Biasanya, bulatan-bulatan yang dibentuk dari kertas dan benda-benda ringan lainnya. Jadi kalau mengenai tubuh tak akan terasa menyakitkan.

Yang pasti, keseruan dari permainan dijamin berkali-kali lipat. Terjun sendiri seolah benar-benar berperang, dan senjatanya buat sendiri. Jangan ditanya strateginya, tentu lahir dari pemikiran sendiri.


4. Mainan Konda Kondi

Dibutuhkan skill tingkat tinggi dalam memainkannya. (Gambar: Google)

Mainan konda kondi ini  terdiri dari 2 stik, panjang dan pendek. Biasanya terbuat dari kayu yang dibentuk bundar, atau dari rotan yang lurus.

Jika kita lihat, potongan kayu dan rotan yang berserakan sudah tak bisa lagi dimanfaatkan. Tapi dengan daya kreatifitas, anak-anak generasi 80 dan 90an mampu membuatnya seru dan menarik.

Permainan ini pula memerluakan skill tingkat tinggi, dengan teknik memainkan stik yang pendek di udara menggunakan stik panjangnya. Selama melayang di udara, jumlah pukulannya akan dihitung. Semakin banyak jumlah pukulannya, semakin banyak pula angka yang diperoleh saat menghitung jaraknya.


5. Ban Motor Bekas

Balapan klasik ala generasi 80 dan 90an. (Gambar: Google)

Saat ini mungkin, anak-anak bisa bermain seolah menjadi pembalap dengan bermain motor mainan yang ada di Mall-Mall. Terasa kencang banget, tapi sebenarnya hanya tetap di tempat. Seolah ada lawan, tapi nyatanya hanyalah gambar yang ada di layar.

Anak-anak generasi 80 dan 90an, memang tak memiliki permainan sekeren itu. Tapi, mereka merasakan main balapan langsung dengan menggunakan ban motor bekas. Kecepatannya, akan sangat bergantung pada kecepatan lari mereka dan skill mereka memutar ban motor dengan menggunakan sebuah tongkat kecil dari kayu. Seru dan pasti sehat.

Itulah beberapa kreatifitas anak-anak 80 dan 90an. Sebenarnya masih banyak, tapi saya hanya menampilkan lima yang saya anggap paling seru. Di sini saya bukan membanding-bandingkan yang mana yang terbaik. Tapi, saya hanya ingin memberi gambaran bahwa anak yang terlatih kreatif di waktu kecil, kemungkinan besar akan melahirkan kreatifitas-kreatifitas keren sewaktu mereka dewasa.

Beberapa media sosial yang ada sekarang, game-game yang berjamuran, dan aplikasi-aplikasi bermanfaat lainnya, kemungkinan besar adalah hasil temuan anak-anak generasi 80 dan 90an.

Lalu, kreatifitas apa yang akan dilahirkan anak-anak sekarang? Saya tetap yakin akan ada dan bisa saja lebih hebat. Sayaratnya cuma satu, terlatihlah sewaktu kecil.

Anak-anak generasi 80 dan 90an sekarang, mungkin kebanyakan yang sudah jadi orangtua dan punya anak. Nah, selanjutnya, tanggungjawab merekalah untuk melatih anak-anak mereka menjadi kreatif di masa dini, dari kecil.

(Gambar: Google)

How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading