Dunia ini memang aneh dengan beragam cerita dan kejadian. Saat seseorang sangat membenci seorang lain nya, dilain waktu ia bisa sangat dekat dan akrab. Kalau mengingat ia mengatai orang itu dengan berbagai kekurangan dan keburukan orang itu seolah-olah ia tak kan pernah bertemu atau berbaikan kembali. Namun sifatnya bisa dengan mudah berubah 360° seakan-akan ia tak pernah bermusuhan dengan orang itu.


Apakah tidak terlintas dalam pikiran nya, apa penilaian orang terhadapa dirinya ? Namun, orang seperti itu memang selalu tidak mau tahu tentang penilaian orang terhadap diri nya. Baginya, yang penting ia merasa puas. Maka apapun penilaian terhadap dirinya diabaikan nya saja.


Kalau seperti itu, siapa yang merasa dirugikan oleh sifatnya itu ? 


Tentu saja orang yang mau dipengaruhi nya dan mendengar apa yang ia ceritakan. Orang itu adalah pihak ketiga, yang selalu menjadi tempat curhat nya atau tempat ia meluahkan segala sesuatu. Sehingga pihak ketiga tersebut akan terpengaruh mendengar ceritanya, dan bisa-bisa jadi memihak pada dirinya dengan ikut-ikutan membenci orang yang dimusuhinya. Akibatnya begitu terasa ketika ia sudah berbaikan dengan orang yang dimusuhi nya. Tinggallah pihak ketiga yang mulanya tidak mempunyai musuh, jadi dimusuhi. Kalau kamu jadi pihak ketiga itu, bagaimana perasaan mu ? Tentu sebal bukan ?


Nah, supaya kita tidak menjadi pihak ketiga yang dimusuhi, mendingan kita menjaga sikap dan jarak dengan kedua nya. Apabila salah satu menceritakan segala permasalahan dan uneg-uneg nya padamu, dengarkan saja dan jangan memberi komentar yang berlebihan. Jangan menunjukkan diri bahwa kita memihak pada salah satu nya. Selipkan sedikit nasehat agar mereka instropeksi diri.


"Menyalahkan orang lain itu memang mudah, tapi tanyalah pada diri sendiri, apakah kita tak pernah berbuat kesalahan ? Berkacalah pada diri, apakah sikap kita sudah lebih baik dari orang itu ? Orang yang selalu menganggap dirinya benar adalah orang yang tidak pernah berkaca pada diri dan enggan instropeksi".


Tetapi jika orang itu adalah orang yang kita hargai dan lebih tua dari kita, sebaiknya kita hanya mendengarkan dulu. Jangan mudah terpengaruh dengan cerita nya. Kalau kamu mau peduli karena mereka yang bersengketa itu adalah saudaramu, kamu bisa menyelidikinya dengan mendengar cerita dari pihak kedua. Sehingga ketika kamu mendengar cerita dari versi yang berbeda, kamu bisa mengambil kesimpulan tentang masalah yang dihadapi. Libatkan orang-orang terdekat yang terlibat dan jadikan mereka sebagai saksi sehingga ceritanya bisa lebih akurat kamu simpulkan. Dan solusi atau pemecahan masalah juga bisa lebih mudah diperoleh.


Namun jika kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan pihak kedua atau tidak mengenalnya, kamu bisa menjadi pendengar yang baik. Tetap berikan komentar yang tidak menyudutkan dan selipkan sedikit nasehat agar ia tak berlarut-larut tenggelam dalam masalahnya. Jadi, jangan ikut-ikutan jadi pembenci sedangkan kamu tidak ada kaitan nya dengan permasalahan mereka. Jaga sikap netral dan kejernihan pikiran, agar masalah yang terjadi tidak menjadi bumerang bagi dirimu.


26062018
Sumber gambar: cdn.allwallpaper.in

How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading