Guru adalah seorang pentransfer Ilmu,budaya,dan nilai. guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi anak yang di didik. Sudah jelas di awal bahwa guru pendidik profesional, profesional artinya manusia unggul, melaksanakan tugas sesuai dengan petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis yang di amanahkan padanya. Kurikulum adalah desein mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang di berikan kepada peserta didik. Tujuan kurikulum pada umumnya untuk mempersiapkan manusia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Pada intinya kurikulum untuk ketenangan hidup manusia dan keorisinilan dalam berfikir.


       Kunci keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan kurikulum di lapangan, tepatnya di satuan sekolah-sekolah pada intinya terletak ditangan para dewan guru. kurikulum dari waktu ke waktu sebagai wadah sarana mutu dalam mencetak sumber-sumber daya manusia yang diharapkan kelak membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. guru adalah penerjemah kurikulum yang sebenarnya. yang telah dikembangkan oleh pemerintah pusat, mengolah, dan meramu kembali kurikulum yang sudah ditetapkan oleh pusat tersebut untuk disajikan kepada siswa di kelas dengan rasa nyaman dan menyenangkan. Guru dengan segala kemampuannya, siswa dengan segala latar belakang dan sifat-sifat individualnya, kurikulum dengan segala komponennya, dan materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasanya bertemu dan berpadu dan berinteraksi di kelas. Guru harus memiliki, memahami dan terampil dalam menggunakan macam-macam pendekatan dalam manajemen kelas, meskipun tidak semua pendekatan yang dipahami dan dimilikinya dipergunakan bersamaan atau sekaligus. Dalam hal ini, guru dituntut untuk terampil memilih atau bahkan memadukan pendekatan yang meyakinkan untuk menangani kasus manajemen kelas yang tepat dengan masalah yang dihadapi.


       kebanyakan guru terperangkap dengan pemahaman yang keliru tentang mengajar, mereka menganggap mengajar adalah menyampaikan materi kepada peserta didik, mereka juga menganggap mengajar adalah memberika pengetahuan kepada peserta didik. Tidak sedikit guru yang sering mengabaikan perkembangan kepribadian peserta didik, serta lupa memberikan pujian kepada mereka yang berbuat baik, dan tidak membuat masalah.


       Biasanya guru baru memberikan perhatian kepada peserta didik ketika ribut, tidur dikelas,telat,kuliah jarang masuk dll. tidak memperhatikan pelajaran, sehingga menunggu peserta didik berperilaku buruk. Kondisi tersebut sering kali mendapatkan tanggapan yang salah dari peserta didik, mereka beranggapan bahwa untuk mendapatkan perhatian dari guru harus berbuat salah, burbuat gaduh, menganggu atau melakukan tindakan tidak disiplin lainnya. Kesalahan lain yang sering dilakukan guru dalam pembelajaran adalah merasa paling pandai dikelas. Kesalahan ini berangkat dari kondisi bahwa pada umumnya para peserta didik disekolahnya relative lebih muda dari gurunya, sehingga guru merasa bahwa peserta didik tersebut lebih bodoh dibanding dirinya, peserta didik dipandang sebagai gelas yang perlu di isi air ke dalamnya. Dengan cara mengajarnya yang tegas,angkuh, ketika sudah berbeda pendapat tidak mau menerima pendapat lain di claim salah merasa paling benar. Perasaan ini sangat menyesatkan bagi saya kita belajar cari ilmu itu tidak pada 1 orang,banyak orang bisa dari ide, bisa dari buku-buku, internet,pengalaman hidup seseorang dll. Guru ini punya kurikulum apa tidak. Kalau sudah penerus bangsanya hancur bari turun,komentar baru perhatian.


       Sistem,perencanaan, konsep si yang indah namun implementasi yang menyesatkat. Kaya akan rencana namun miskin realisasi, saya rasa sekolah tidak terlalu penting, ketika memang tidak ada hasil, lebih baik terbang sampai menumukan tempat mendarat yang tepat, berkelana dan bertemu dengan guru/senior yang peduli terhadap penerus bangsa. Manusia itu tercipta genius namun sesuai sengan kemapuanya. "Ibarat ikan di air, kalau ikan di suruh naik pohon tidak mungkin bisa" sekarang sekolah, segala komponen yang ada dalam pendidikan pernahkah kalian memikirkan pengembangan potensi peseta didik,kehidupan anak didik nantinya, bagaimana ktika turun kemasyarakat, bagaimna ketika menghadapi masalah agama,sosial,ekonomi,politik,budaya dll. jika pernah sudah di jalan kan secara optimalkah? Atau memang kalian sibuk dengan sendirinya atau memang kalian hanya memikirkan finansial saja..?


        Penyangkalan terhadap hak asasi manusia, kerusakan lingkungan yang saat ini sering terjadi,negara di ombang ambing kehancuran, kondisi sangat berbahaya yang harus di hadapi manisia, tidak ada nya masa depan, yang bermakna bagi ribuan anak...adalah kenyataan yang di alami jutaan manusia dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kegiatan pendidikan yang tidak di kaitkan dengan pemahaman tentang kenyataan ini.. Terancam kehilangan jiwanya. Sekolah harus membantu anak 

mengembangkan kebiasaan menggunakan pikiran mereka dengan baik.. Tujuan akademik sekolah harus sederhana,yakni tiap murid menguasai keterampilan dan pengetahuan yang penting.

How do you react to this story?




Read more

Anda akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN . Silakan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.

Login untuk meninggalkan komentarmu

Loading