Ada yang baru saya lihat di Plukme! siang ini. Sebuah fenomena mengasyikkan yang cukup memberikan ragam pengetahuan juga kesadaran. Terutama pada diri saya yang memang ingin selalu belajar dan belajar. Belajar apa saja, memahami apa saja. Senyampang itu baik, dan berfaedah untuk kehidupan saya juga orang-orang  di sekitar saya.


Siang ini. Saya hanya jalan-jalan saja di Plukme! tanpa menuliskan apapun. Paling banter juga komen di postingan plukers lain yang memang menarik perhatian saya--bisa jadi karena postingan itu bagus, atau setidaknya menyentuh kecenderungan dasar saya. Bukan berarti pula saya tidak mau mampir di postingan lain karena tidak bagus. Bukan! Namun, lebih karena saya tidak punya bahan untuk diomongkan sebagai komen. Hehehe


Yang sangat menarik dari 'blakrakan' saya siang ini. Adalah adanya label favorit yang tersemat pada warga baru. Maaf, untuk kata 'baru' bukan berarti saya sedang bermain-main dengan sebuah dikotomi berkonotasi superior <> inferior. Bukan. Namun, 'baru' dalam artian saya pahami sebagai sebuah idiom bahasa yang bersifat niscaya. Sebagai dua unsur bahasa yang saling melengkapi. Lama dan Baru. Seperti siang juga malam. Keduanya adalah keniscayaan. 


Apakah baru tidak lebih baik dari lama? Belum tentu. Bisa jadi sebaliknya. Seperti halnya siang tidak kemudian menjadi lebih baik dari malam. Iya kan? Karena kedua unsur kehidupan tersebut, memiliki peran dan fungsi masing-masing. 


Kembali pada artikel trending, favorit yang siang ini terpampang. Ini sangat menarik karena setidaknya ada empat artikel yang itu disematkan pada warga baru. Paling lama baru hitungan 1 minggu, bahkan ada yang masih hitungan jam. Amazing! 


Kenapa menarik? Ada beberapa alasan. Setelah beberapa waktu lalu sempat menjadi polemik perdebatan. Siang ini plukme! membuktikan bahwa cara mereka menerapkan standar favorit bukan asal-asalan, dan apalagi kental muatan subyektifitas, like and dislike. Bukan! Tetapi benar-benar melalui proses review yang baik. 


Alasan pertama dari ketertarikan saya, sehingga malam ini saya mencoba menumpahkannya dalam tulisan ini adalah penyematan label favorit pada beberapa artikel plukers baru setidaknya membuat tamparan telak bagi sebagian orang yang sempat 'apriori' melihat proses dan penerapan standar label tersebut. Cukup memberikan penyadaran buat sebagian orang yang mungkin menyimpan 'kecurigaan'bahwa label tersebut adalah dominasi para warga lama yang telah lebih dulu menjadi keluarga besar plukme!, yang telah mendapat perisai biru, atau yang banyak followers, meskipun tulisannya tidak lebih baik dari plukers lain. Nyatanya, tidak selamanya label itu milik mereka. Bahkan warga baru pun bisa. Asal memang kualified untuk menjadi favorit. 


Pilihannya, anda bisa tidak membuat artikel menarik? Bukan sekadar cara penyajian, tetapi juga rasanya (ide,tema).


Nah, soal rasa dari tulisan ini. Sekaligus adalah alasan lain dari sebab keasyikan saya siang ini. 


Saya akan mencoba mengangkat empat artikel plukers baru tersebut. Dan mari kita cermati, adakah subyektifitas pengelola plukme! lebih kental dari obyektifitasnya.


1. Artikel sahabat Plukers Daniel Sumarno


Sahabat Plukers dari kota gudeg, Yogyakarta. Waktu siang tadi saya coba intip profilnya. Masih berumur 19 jam. Bayangkan, masih hitungan jam. Dan bila saya tidak keliru, artikel 6 Fillm yang Menggambarkan Situasi Bumi Jika Tak Segera Diselamatkan adalah artikel perdana. Wow! Perdana langsung Fav. Saya baru setelah empat hari ngendon di plukme baru 'ketiban pulung' dapat anugerah Fav. Itu pun bukan karena tulisan saya bagus, cuma karena mungkin 'ngepasi' sebuah momen.



Artikel tersebut seolah-olah hanya bercerita tentang beberapa titel film. Sahabat Daniel dengan begitu piawai memberikan resensi 6 film yang menurutnya bagus, dan mengandung tema sosial sangat menggigit. 


Namun, bila kita mencermati lebih dalam. Mulai dari kalimat-kalimat pembuka artikel. Kita akan mendapati betapa sahabat Daniel sejatinya sedang mengusung tema berat dan penting. Berat karena tema itu bersinggungan dengan kompleksitas dunia dengan segala ruang lingkup, juga variable di dalamnya. Penting karena pesan tersebut mempunyai bias jangka panjang. Untuk keberlangsungan manusia di bumi ini.


Sangat apik. Bahwa untuk menyampaikan sebuah pesan, ada banyak cara dan media yang efektif kita pergunakan. Sahabat Daniel, memberikan sebuah contoh kongkrit.


2. Artikel Ibu Rumah Tangga Si Pemilik Sistem Saraf Otomatis, tulisan sahabat Plukers Yasir Husain.


Membaca judul artikelnya. Semula saya berpikir bahwa sahabat kita ini sedang mencoba membedah anatomi manusia. Saya berpikir dia orang kedokteran atau barangkali adalah seorang dokter.


Nyatanya saat saya masuk pada artikelnya. Ada yang lebih menarik dari sekadar sebuah anatomi. Karena yang sedang dibedah bukan semata sistem saraf manusia. Lebih dari itu adalah sistem kesadaran manusia dalam memahami peran orang lain. Peran orang yang mungkin bagi sebagian orang kurang bermakna. Ibu Rumah Tangga.

Melalui artikelnya, sahabat kita yang berasal dari Bulukumba, Sulawesi ini mencoba mendobrak sebuah pola pikir yang mungkin terlanjur melekat pada kita tentang peran penting seorang ibu rumah tangga. Ulasannya yang sederhana, memberikan pesan bahwa seorang ibu rumah tangga adalah orang yang perannya sangat besar. Bahkan lebih besar dari seorang suami. Maka, seyogyanyalah ibu rumah tangga di tempatkan dalam tempat mulia. Keberadaannya harus diperhatikan, dijaga, dikasihi dengan baik.


Seakan sahabat kita ingin berpesan pada para suami yang bermimpi membangun keluarga mawaddah, sakinah. 

"Cintailah istrimu dengan segenap rasa. Hargai setiap jerih payahnya yang tidak terlihat olehmu!"


3. Artikel [Kisah Inspiratif] Menebar Semangat Berbagi Manfaat, karya sahabat Plukers Neyla Hamadah atau nama pena Neyham. Gadis muda asal Bantul, Yogyakarta.

Ada banyak pelajaran dalam hidup yang bisa kita petik. Senyampang kita aktif menggunakan pikiran dan akal kita untuk mengeja. Kira-Kira demikianlah pesan tersirat yang ingin disampaikan oleh Neyham.


Sekilas, artikel Neyham seakan hanya sebuah self-story. Menceritakan sebuah momen pribadi yang pernah dilalui di akhir Mei 2018. Namun, bila kita telisik lebih dalam. Ada banyak ilmu, pengetahuan, informasi yang bisa kita gali di sana.


Neyham, tidak semata menyuguhkan kisah pribadi yang bisa jadi juga pernah kita alami dalam suatu waktu. Namun, dari kisah pribadi tersebut Neyham mampu memberikan suguhan informatif yang sangat berfaedah. Mulai dari bagaimana mengupas sebuah upaya pemberdayaan diri, sebuah konsep pemberdayaan. Membeber informasi medis, mengenai suatu penyakit yang sangat membuat penderita terbebani. Juga mengulas sebuah proses kebangkitan yang sangat inspiratif, sabagaimana tergambar dalam sosok Yohana Viriana S.I.S Ked.


4. Artikel Bedanya Branding Marketing Kamu Fashion Designer Wajib Masuk. Karya sahabat plukers Diandra Azhari

Sahabat Plukers yang baru 1 minggu menjadi warga Plukme! ini menyuguhkan sebuah informasi yang sangat menarik mengenai seluk beluk pemasaran. Ya, meskipun dalam artikelnya terkesan fokus pada segmen 'Fashion Designer'. Namun sejatinya informasi yang disuguhkan sahabat kita ini sangat bermanfaat bagi sahabat Plukers yang menggeluti dunia bisnis.


Melalui artikelnya, sahabat Diandra mengulas secara sederhana tentang merk, brand, branding serta strategi marketing. Tentunya kita sama mafhum. Bahwa di era persaingan bebas, marketing, sistem manajemen pemasaran (promosi, iklan) adalah elemen penting yang menopang perkembangan sebuah usaha.


Berkembang atau matinya sebuah usaha, sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita mengelola manajemen pemasaran. Nah, sahabat Diandra mampu mengemas secara apik. Informatif sekaligus menjadi dasar melangkah bagi para pelaku usaha.


Terakhir. Berkat artikel mereka, malam ini saya jadi bisa menulis ini.



Wekekekekekek


~Mlipir, nenteng sendal~


12.06.18

Gresik


Sumber Gambar Utama:

pxhere.com/id/photo/1125954


129 Like 399 Views  2 Shares   

Read more

Loading