Mungkin kompetisi kali ini tergolong kuno dan ndeso. Di tengah zaman yang gegap gempita berderap-derap meninggalkan masa lalu, Kompetisi Menulis #14: Jelang Ramadhan menyorong penulis untuk melacak dan menemukan kembali tradisi nenek moyang ketika Ramadhan tiba. 

Se-ndeso-ndeso-nya nenek moyang kita, mereka memiliki kesadaran yang utuh. Salah satunya, tradisi nyadran, nyekar, ziarah kubur atau apapun istilah yang digunakan untuk menyambung kembali antara yang “hidup” dengan yang “mati.”

Nenek moyang kita sadar momentum. Awal bulan Ramadhan menjadi saat yang tepat untuk menemukan kembali kesadaran melingkar bahwa kita diciptakan oleh Allah dan kembali kepada Allah. Tradisi menjelang Ramadhan dibingkai oleh kesadaran yang melingkar itu. Di dalam kesadaran melingkar, terjalin indahnya silaturahmi, baik antara manusia dengan manusia dan manusia dengan alam.

Terima kasih kami sampaikan kepada semua peserta yang telah menayangkan tulisan bertema tradisi menjelang Ramadhan. Mozaik tulisan yang mewartakan betapa arif bijaksana nilai budaya tradisi di bumi Nusantara.

Searif bijaksana sikap kita yang tidak terburu-buru memasang label syirik atau musyrik—walaupun pada konteks tertentu terjadi bias dan gradasi pada beberapa tradisi. Fokus persoalannya bukan terutama pada tradisi, melainkan pada sikap dan cara berpikir manusia yang tengah dikepung oleh virus materialisme.


Kami memutuskan lima penulis berikut ini sebagai pemenang Kompetisi Menulis #14: Jelang Ramadhan:


Pertama

Beratus tahun kemudian, setiap jelang dan akhir Ramadan, pasar bandeng terus dilakukan hingga menjadi tradisi yang bisa kita lihat sekarang. Pasar bandeng tak hanya meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga menjaga warisan budaya leluhur. Selain pudak sebagai penganan khas daerah, otak-otak bandeng pun menjadi andalan pendatang kala berburu oleh-oleh di Kabupaten Gresik.

Babad Bandeng Bumi Qarra Syaik, karya Rangga Putra


Kedua

Daman terbengong-bengong menatap Cut Bunsu. Sesaat kemudian dia bersuara lagi. "Nenek punya uang untuk membeli daging Meugang besok? Tidak apa-apa kalau kali ini Nenek tak membeli daging Meugang. Daman bisa menunggu untuk makan daging saat Idul Adha, seperti tahun lalu."

Kerongkongan Cut Bunsu bagaikan tersumbat. Dia berbalik menuju tungku kayu sebelum matanya yang berkaca-kaca sempat dilihat Daman. 

Daging Meugang untuk Daman, karya Jun Ishaq


Ketiga

Semangat hidup bukan hanya “seakan-akan hidup seribu tahun lagi” tetapi ada juga semangat yang dibangun atas dasar “seakan-akan mati esok hari”. Membersihkan makam dan mendoakan leluhur adalah bagian dari semangat hidup berupa “seakan-akan mati esok hari”. Warga dusun berusaha memperingatkan dirinya sendiri bahwa hidup itu abadi, kholidina fiiha abada tetapi tidak dengan cara kehidupan seperti yang dialami di dunia ini.

Mengarungi Semesta “Nyadran” yang Begitu Indah, karya Dani Ismantoko


Keempat

Menjelang Ramadhan orang-orang dari suku sunda (a.k.a urang sunda) akan melakukan tradisi yang disebut Munggahan. Buat sobat plukz yang belum tahu, Munggahan ini berasal dari kata 'Unggah' yang artinya Naik. Apanya tuh yang naik? Tentu saja derajat keimanan umat muslimnya...

Tradisi Munggahan Urang Sunda, karya Kyna Nixie


Kelima

Bapak, kami akan sering mengirim bunga agar makammu selalu harum. Kami akan selalu menjaga dan merawat bunga-bunga itu. Keinginan Bapak untuk menyedekahkan bunga-bunga itu sudah tercapai. Warga sering mengambil bunga-bunga itu untuk nyekar. Bunga-bunga itu tumbuh semakin banyak dan semakin indah di pekarangan rumah. Bapak pasti bahagia melihatnya. Semoga sedekah sederhana ini terus bermanfaat dan menjadi amalan Bapak di akhirat.

NYEKAR – Jelang Ramadhan, karya Rin. Muna


Selamat bagi para pemenang dan seluruh partisipan. Hadiah saldo Pluk akan segera masuk ke akun Anda.

Terima kasih Mata Juri yang sudah membantu melakukan penilaian terhadap kompetisi ini serta penulisan pengantar pengumuman ini.

Sampai jumpa di kompetisi selanjutnya, segera! 


MARHABAN YA RAMADHAN.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan untuk umat Muslim khususnya. Semoga kita semua diberi keberkahan di bulan suci dan mulia ini. Amin.


Note: Minda dan Careen ngidam kolak pisang!!


Baca semua artikel Jelang Ramadhan >>>>


289 Like 3K+ Views  2 Shares   


Loading