Plukz, pernah nggak lihat tulisan yang kita rasa semrawut, malah jadi favorit?

Pernah nggak di Plukme melihat tulisan yang kita rasa acak-acakan malah like-nya bertumpuk?

Apa yang dirasakan? Kesel? Pengin teriak Admin Plukme nggak fair!? Atau justru malah pengin teriak ke penulis, kalau karya dia ancur?

Weeeeeeh ... seraaaam.

Nah, mumpung mau masuk bulan suci, Shirei nulis lagi nih (plus cacar air anak-anak sudah lewat masa kritis).

Shirei ingat kata-kata seseorang, "Tidak harus jadi seorang koki untuk menentukan nasi goreng itu enak atau tidak. Namun, hanya kokilah yang mampu menentukan, di mana salahnya dan bisa menemukan cara memperbaikinya."


Saat melihat sebuah tulisan di Plukme kita anggap buruk, pertanyakan dan perhatikan hal-hal berikut sebelum jemari mulai mengetikkan kata-kata tajam.


1. Apa tujuan si penulis ada di PlukMe?

Buat Shirei, PlukMe lebih ke sosial media daripada platform menulis. Terbukti dari favorit yang tak selamanya rapi dan sesuai PUEBI. 

Jika penulis hanya ingin menulis untuk curhat dan menuangkan pikiran, kenapa harus pusing sama PUEBI dia yang kacau balau? Bukankah yang penting isinya?

Berbeda jika si penulis ingin dikritik karyanya. Maka silakan berikan seluruh kemampuan kita untuk memberi masukan dengan bahasa yang sopan tentunya.


2. Apa kalimat yang akan kita ajukan bisa membuat penulis tersebut menjadi lebih baik?

Misal : Kita tahu kalau cernak X terlalu banyak menggunakan bahasa dewasa. Maka kita bisa memberikan saran seperti ini:

"Kak, ceritanya menarik. Namun, ini bahasanya terlalu berat untuk anak-anak. Coba kata 'alisnya mengernyit' jadi 'alisnya mengerut'. Lebih simpel."

Jadi ada solusi dari masalah. Tidak sekadar, "Ini tidak cocok buat jadi cerita anak. Saya bisa menulis lebih bagus dari ini!"

Itu hanya meninggikan diri dan memperlihatkan kita kesal pada si penulis. 

Kalau tidak bisa mengemukakan cara untuk membuat tulisan yang tidak kita suka menjadi lebih baik, Shirei sih memilih DIAM saja.


3. Apa perlu?

Pun kita bisa mengetahui letak kesalahan si penulis, pertanyakan lagi, apa perlu dia diberi kritik? Apa manfaatnya? Apa mudharat-nya?

Misal, kita lihat artikel di favorit itu dirasa jelek. Lalu kita cuap-cuap di kolom komentar. Kebayang perasaan si penulis? Nggak semua penulis tahan banting. Toh dia dipilih jadi favorit bukan atas keinginan dia, tapi dipilih oleh admin (entah dengan dasar apa). 

Jika ingin mengkritik tulisan, paling tokcer memang via PM kecuali memang si penulis sudah meminta untuk dikritik secara plublik. 


4. Tetap rendah hati

Saat memberi kritik, tetaplah rendah hati. Ingatlah bahwa penulis tersebut juga manusia yang punya perasaan seperti kita. Balikkan semua perkataan yang ingin kita lontarkan ke diri kita sendiri. Maukah jika kita diperlakukan seperti itu?

Jangan merasa diri yang superior. Saat diri merasa lebih tinggi, biasanya yang terketik hanyalah caci maki, atau kalimat meremehkan orang lain.

Ubah kritik itu sebagai cara mengingatkan diri. Memberi masukan pada karya orang lain, sekaligus wadah untuk koreksi karya sendiri. Maka Insya Allah kata yang keluar akan lebih manusiawi.


-------------


Shirei yakin, Plukz nggak semuanya berniat menjadi penulis profesional. Banyak yang ke sini demi mencari sosial media untuk bertukar cerita tanpa beban, atau juga yang niatnya mengumpulkan receh-receh Plukz.

Shirei pribadi awalnya mengira PlukMe mirip Wattpad. Situs kepenulisan yang member-membernya memang didedikasikan untuk membuat cerita (meski di Wattpad juga banyak tim penolak PUEBLI. 😂 ). Pada kenyataannya, PlukMe ini sosial media dengan beragam tipe kepenulisan.

 Jadi yuk, kita lebih santai. 

Kalau kata Ana-sensei, "Bahkan penulis profesional pun tidak akan mengoreksi tulisan muridnya sesuai PUEBI dan KBBI kecuali diminta atau memang akan dilombakan."

Kalau memang tidak suka dengan yang terpilih di favorit, mari ciptakan tulisan yang baik, hingga kelak dilirik untuk jadi favorit.

Seandainya pun tetap gagal, kita masih punya kebanggaan karena selalu berusaha semaksimal mungkin menulis dengan baik, tanpa perlu merendahkan orang lain.


Sekian tulisan singkat ini. 

Mohon maaf lahir batin atas segala khilaf baik yang sengaja maupun tidak.

-------------



Img Src : Gentaandalas.com


154 Like 862 Views  2 Shares   


Loading