Kalau bekerja sudah diniatkan sebagai ibadah, tak sekadar cari rupiah, kita pasti akan melakukannya sebisa-bisanya kita. Sama seperti sembahyang. Tidak bisa sambil berdiri, ya sambil duduk. Tidak bisa sambil duduk, ya sambil rebah. Pokoknya terus begitu sampai enggak bisa apa-apa lagi alias tiba masanya disalati.


Perkara pahala atau dalam hal pekerjaan adalah rezeki, biar Gusti Allah yang hitungkan dan transferkan langsung ke 'rekening' kita. Enggak ada ceritanya ya, Gusti Allah salah transfer. Terpenting niat kita dan cara kita melakukannya. Sudah begitu saja.


Kalau tidak bisa seperti itu, apalagi tidak mau seperti itu, jangan-jangan rasa percaya kita pada Gusti Allah baru sebatas busa di mulut, belum resap sampai ke jiwa. Kalau sama Ayank saja bisa tetap percaya meski berkali-kali dikibuli, dikhianati, dibikin termehek-mehek paling sedikit sekali seminggu; masa sama Gusti Allah yang bukan main sayangnya ke kita, enggak meminta apa pun dari kita selain taat, itu pun tidak pernah mekso alias memaksa, kita malah setengah percaya setengah lagi enggak?


Tidak gampang memang. Tapi ayo, sama-sama terus kita coba ya. Supaya dalam nafkah yang kita peroleh sarat keberkahan dan kita pun selalu punya energi untuk tetap mencoba bekerja dalam keadaan sepayah apa pun. Tidak putus asa, tidak bermalas-malasan, apalagi kebanyakan alasan. Selamat beraktivitas, teman semua ...


Sumber gambar: www.theundercoverrecruiter.com 


186 Like 328 Views     

Read more

Sign in to leave your comment

Loading